Sidang Ade Yasin

Kuasa Hukum Ade Yasin Minta Kliennya Dibebaskan dari Segala Tuntutan

Dinalara mengatakan kliennya tidak terlibat dalam dugaan suap auditor BPK.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Kuasa hukum Bupati Bogor nonaktif, Ade Yasin, Dinalara Butarbutar, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (15/7/2022). Ia meminta kliennya dibebaskan dari segala tuntutan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinalara Butarbutar, kuasa hukum Ade Yasin, Bupati Bogor Nonaktif, meminta agar kliennya dibebaskan dari segala tuntutan.

Menurutnya, Ade Yasin tidak bersalah sebagaimana dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Membebaskan terdakwa Ade Yasin dari seluruh dakwaan, membebaskan dari dalam tahanan, memulihkan harkat martabat dan nama baik terdakwa dalam keadaan semula, membebankan biaya perkara kepada negara," ujar Dinalara, saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (19/9/2022).

Ia juga meminta hakim, memerintahkan kepada KPK agar mengembalikan barang bukti kepada kliennya berupa ponsel, dan satu buah amplop berisi uang dengan nilai total USD 2.770.

Menurutnya, Ade Yasin merupakan korban konspirasi dari pihak yang ia diduga memiliki kepentingan hukum. Sehingga, menarik-narik keterlibatan kliennya terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa lain.

Hal itu, kata dia, dapat buktikan dengan tidak adanya uraian Jaksa KPK yang menyebutkan Ade Yasin tertangkap berdasarkan operasi tangkap tangan (OTT).

"Karena memang faktanya terdakwa dibawa untuk dimintai keterangan dan tidak sedang melakukan tindak pidana. Penjemputan yang dilakukan kepada Terdakwa tertanggal 27 April 2022 dinihari pukul 03.00 WIB di kediamannya hanya untuk dimintai keterangan," ucapnya.

Ia menyebutkan, Ade Yasin tidak terlibat dalam dugaan suap auditor BPK juga telah dibuktikan oleh keterangan puluhan saksi yang dihadirkan Jaksa KPK selama persidangan.

Ade Yasin terbukti tidak memberikan arahan kepada terdakwa Ihsan Ayatullah yang merupakan Kasubid Kasda BPKAD Kabupaten Bogor untuk melakukan dugaan suap kepada auditor BPK RI Perwakilan Jawa Barat.

"Tidak ada satu saksi pun yang menerangkan dengan tegas bahwa terdakwa memberikan arahan kepada Ihsan Ayatullah untuk melakukan pengondisian dalam rangka pemeriksaan LKPD TA 2021," katanya.

Kemudian, kata Dinalara, tidak ada satu alat bukti pun yang dapat membuktikan dakwaan JPU terhadap terdakwa. Sehingga, ia menganggap Jaksa KPK tidak memiliki kekuatan pembuktian terhadap dakwaannya.

Sebelumnya, Ade Yasin dituntut Jaksa KPK  dengan hukuman tiga tahun penjara serta denda Rp100 juta, subsider enam bulan kurungan.

"(Menuntut) hukuman tiga tahun untuk Ade Yasin, lalu denda Rp100 juta dan subsider enam bulan," kata Jaksa KPK Rony Yusuf.

Baca juga: Bacakan Pleidoi, Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Minta Keadilan

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved