Komisi IV DPRD Jabar Naikan Dana BLT Dampak Kenaikan Harga BBM dari Rp 27 Miliar Jadi Rp 50 Miliar

Usulan Komisi IV DPRD Jabar untuk menaikkan BLT dampak kenaikan harga BBM disetujui.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Istimewa
Ketua Komisi IV DPRD Jabar, KH Tetep Abdulatip. Ia mengatakan usulan Komisi IV DPRD Jabar untuk menaikkan dana BLT dampak kenaikan BBM disetujui. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Ketua Komisi IV DPRD Jabar, KH Tetep Abdulatip, mengatakan, pihaknya berhasil mengajukan penambahan jumlah Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak kenaikan harga BBM.

Pihak Pemprov Jabar semula menetapkan jumlah BLT terkait kenaikan harga BBM sebesar Rp 27 miliar.

Namun melihat dampak ekonomi bagi masyarakat kecil akibat kenaikan harga BBM cukup besar, pihak Komisi IV mengajukan penambahan jumlah BLT hingga Rp 50 miliar.

"Alhamdulillah, usulan kami diterima dengan baik Pemprov Jabar, sehingga jumlah BLT dampak kenaikan harga BBM menjadi Rp 50 miliar dari yang semula hanya Rp 27 miliar," ujar KH Tetep.

Ia menyebutkan, jumlah BLT yang semula hanya Rp 27 miliar dirasa tak sebanding dengan dampak kenaikan harga BBM bagi masyarakat kecil.

"Kasihan masyarakat, hanya menerima tak seberapa. Padahal dampak ekonomi akibat kenaikan harga BBM akan membebani mereka dengan waktu yang panjang," ujar KH Tetep.

Ia pun membandingkan besaran dana Pemprov untuk pembangunan alun-alun di kota dan kabupaten yang ada di Jabar.

"Dana pembangunan alun-alun mencapai belasan hingga ada yang puluhan miliar rupiah," kata KH Tetep.

Usulan Komisi IV diterima dan disetujui Gubernur Jabar, Ridwal Kamil, hingga jumlah BLT Pemprov Jabar bagi masyarakat terdampak kenaikan harga BBM menjadi Rp 50 miliar.

Dana BLT BBM ini akan diberikan dalam bentuk kupon agar pemanfaatannya tidak melenceng dari tujuan diberikannya bantuan tersebut untuk masyarakat kecil.

"Realisasi penyalurannya dilakukan empat tahap selama empat bulan. Dimulai September ini hingga Desember mendatang," ujar KH Tetep.

Baca juga: KH Tetep Abdulatip: Batalkan Kenaikan Harga BBM Jika Tak Bisa Beri Kompensasi Memadai Bagi Petani

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved