Keluhkan Dugaan Pungutan Uang BLT, Warga Sumedang Diintimidasi Kelurahan, Intimidasi Terekam Video

Warga mengaku mendapatkan intimidasi dari Pemerintah Kelurahan tersebut lantaran mengeluh soal dugaan pungutan liar atas BLT. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/ warga- Agun
Dadang Juhadi (38), menunjukkan kupon gerak jalan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang  mengaku mendapatkan intimidasi dari Pemerintah Kelurahan tersebut lantaran mengeluh soal dugaan pungutan liar atas BLT

TribunJabar.id menerima dua buah video yang menjelaskan peristiwa tersebut. Video pertama memperlihatkan sekumpulan orang yang di antaranya ada Lurah Talun, Rinny Mulyati

Seorang lelaki di dalam video menanyakan dengan nada interogatif apa yang sebenarnya dikatakan warga kepada sejumlah wartawan tentang pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kenaikan BBM. 

Baca juga: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tubagus Ace Monitoring Penyaluran BLT BBM Agar Tepat Sasaran

Kepada wartawan, warga bernama Dadang Juhadi (38) berkata bahwa ada yang memintanya Rp30 ribu ketika mengantre untuk mendapatkan BLT itu. 

Uang tersebut diganti dengan kupon gerak jalan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan. Selain kupn yang tertera padanya harga Rp 3 ribu, uang pungutan itu juga ditukarkan ke barcode yang bisa ditukarkan dengan uang BLT

Dadang Juhadi terlihat dalam video kedua yang diterima TribunJabar.id, dia membacakan surat pernyataan bahwa dia sudah jengkel dimintai konfirmasi oleh pemerintah keluarahan atas pernyataannya kepada sejumlah wartawan. 

"Saya sudah lelah diintimidasi, dan ini juga draft pernyataan yang sudah disiapkan pihak kelurahan," kata Dadang di dalam video tersebut sambil menunjukkan surat yang ditandatangani pada Sabtu (17/9/2022) malam.  

Baca juga: Bobotoh Geulis asal Sumedang Prediksi Persib Bandung Libas Persija Jakarta dengan Skor Ini

Lurah Talun, Rinny Mulyati menampik soal intimidasi itu. Dia mengatakan memang Keluarahan menjual kupon gerak jalan, namun tidak memaksa. Juga Kelurahan tak melakukan intimidasi

"Tidak ada itu intimidasi," kata Rinny kepada TribunJabar.id, Minggu (18/9/2022).

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved