Kadis PUTR Sumedang Akhirnya Masuk Penjara, Sempat Sakit Setelah Ditetapkan Jadi Tersangka

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumedang, DR, akhirnya dijebloskan ke penjara Lapas Kelas II B Sumedang, Senin (19/9/2022)

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumedang, DR (berompi oranye), akhirnya dijebloskan ke penjara Lapas Kelas II B Sumedang, Senin (19/9/2022).  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumedang, DR, akhirnya dijebloskan ke penjara Lapas Kelas II B Sumedang, Senin (19/9/2022) . 

DR yang terlibat dugaan korupsi proyek pembagusan jalan Keboncau-Kudawangi di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, ini menyusul lima tersangka lainnya yang telah lebih dulu ditahan.

Kelima tersangkan tersebut adalah HB ( Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi pada Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Sumedang), BR (mantan ketua Pokja Pemilihan pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang), US (Pelaksana proyek sekaligus peminjam bendera PT MMS (perusahaan yang menjadi penyedia pada proyek tersebut), AD merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK), dan HH adalah direktur utama perusahaan yang menjadi penyedia pada proyek tersebut. 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang membawa DR ke lapas senin sore.

Baca juga: Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu Sudah 99,2 Persen, BPN Sumedang : Kendala di Lahan Karakter Khusus

DR dibawa menggunakan mobil Avanza hitam yang merupakan kendaraan berpelat merah. 

Pantauan TribunJabar.id, DR turun dari mobil dengan wajah tertunduk.

Dia mengenakan batik warna cokelat dengan rompi tahanan berwarna oranye.

Baca juga: Ratusan Driver Ojol di Subang Gelar Aksi Unjuk Rasa Imbas BBM Naik, Beri Opsi Ini ke Pemerintah

Kepalanya bertopi hitam, dan dia dibawa petugas segera memasuki lapas. 

DR baru hari ini ditahan setelah kurang lebih satu pekan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Sumedang.

DR minta ditangguhkan masa tahanan karena sakit. 

Baca juga: Ramai Dugaan Sunat BLT di Kelurahan Talun Sumedang, Camat Sudah Ingatkan, Lurah Siap Dikonfrontasi

Kejari Sumedang telah menyebutkan bahwa pihaknya akan terus berfokus pada kasus korupsi ini, di antaranya dengan terus melakukan pemanggilan kepada DR. 

DR yang dibawa petugas turun dari mobil dengan cepat masuk ke ruang lapas dan petugas penjaga pintu langsung menutup pintu lapas, tak mengizinkan wartawan masuk. 

Dalam kasus korupsi pembagusan Jalan Keboncau-Kudawangi ini, negara dirugikan senilai Rp 3 miliar. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved