Sidang Ade Yasin

Bacakan Pleidoi, Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Minta Keadilan

Ade Yasin meminta keadilan saat membacakan pledoi setelah dituntut tiga tahun penjara.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Sidang lanjutkan kasus Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, Senin (22/8/2022). Ade Yasin membacakan pledoi dalam sidang hari ini, Senin (19/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bupati Bogor Nonaktif, Ade Yasin meminta keadilan atas kasus dugaan suap terhadap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jabar yang menjeratnya. 

Permintaan tersebut disampaikan Ade Yasin dalam nota pembelaan atau pleidoi.

Ade menyampaikan pleidoi secara daring, dari Lapas Perempuan Bandung, saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (19/9/2022). 

"Semuanya clear, tak ada perintah, tak ada instruksi dan tak ada pengondisian dari saya. Jika keadilan sudah terbuka lebar, mengapa saya dituntut bertanggung jawab atas perbuatan yang tidak saya lakukan?" ujar Ade Yasin, dalam nota pembelaannya.

Ia yakin majelis hakim dapat objektif dalam memberikan putusan atas perkaranya.

Sebab, kata dia, selama persidangan total sudah ada 39 orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta dua saksi ahli di persidangan menyatakan tidak ada keterlibatan dirinya.

"Jika melihat fakta persidangan tidak ada satu saksi pun yang mengatakan bahwa saya terlibat dalam perbuatan tersebut, lalu di mana letak kesalahan saya?" katanya. 

Atas dasar itu, Ade Yasin meminta kepada hakim agar membebaskan dirinya dari segala macam tuduhan, dakwaan dan tuntutan.

"Demi Allah, saya tidak menyimpan niat lain, kecuali hanya ingin meminta keadilan bahwa saya tidak pernah melakukan perbuatan yang didakwakan kepada saya oleh Jaksa Penuntut Umum," ucapnya.

Sementara itu, JPU KPK menyatakan tidak akan membuat tanggapan atau replik atas pleidoi terdakwa. 

"Kami menilai bahwa alat bukti yang sudah kita sampaikan sudah kuat, makanya kami sampaikan sesuai pada tuntutan, tidak ada (tanggapan pleidoi), itu hak mereka, kita berpatok pada alat bukti," ujar JPU KPK, Roni Yusuf. 

Kuasa Hukum Ade Yasin, Dinalara Butarbutar menganggap, tidak adanya tanggapan atau replik atas nota pembelaan kliennya dari Jaksa KPK, menandakan perkara itu sudah terang benderang atau tanpa keterlibatan kliennya.

"Kalau JPU tidak bikin replik itu memang haknya dia (jaksa). Tapi, menurut kami juga sih buat apa lagi membuat replik, toh sudah terang benderang kami bukakan semua di dalam pembelaan," ujar Dinalara.

"Kita hormati keputusan JPU yang tidak membuat replik. Dengan tidak adanya replik, maka otomatis kami penasihat hukum tidak akan membuat duplik," tambahnya.

Sebelumnya, Ade Yasin dituntut Jaksa KPK  dengan hukuman tiga tahun penjara serta denda Rp 100 juta, subsider enam bulan kurungan.

"(Menuntut) hukuman tiga tahun untuk Ade Yasin, lalu denda Rp100 juta dan subsider enam bulan," kata Jaksa KPK Rony Yusuf.

Baca juga: Ade Yasin Dituntut Tiga Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Kami Yakin Majelis Hakim Objektif

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved