Abdul Jabar Majid; Besar Kecilnya Kebocoran Data, Pemerintah Tetap Kebobolan

Anggota Komisi III DPRD Jabar, Abdul Jabar Majid mengatakan besar kecilnya kebocoran data pemerintah tetap kebobolan

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Siti Fatimah
Dok. PKS
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Abdul Jabar Majid 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Indonesia baru saja mengalami kejadian buruk dengan adanya pembobolan sejumlah server yang terkait dengan kerahasiaan data penduduk.

Meski pembobolan data oleh hacker dengan nama akun Bjorka ini diklaim pemerintah tidak penting, namun sejumlah kalangan tetap menanggap hal ini sebagai sebuah kelemahan pemerintah.

Seperti diungkapkan oleh anggota Komisi III DPRD Jabar, Abdul Jabar Majid yang melihat ini sebuah kelemahan dan kelalaian pemerintah dalam memproteksi kerahasiaan data warga negaranya.

Anggota Fraksi PKS ini bahkan menanggap kejadian ini sebagai sinyalemen buruk terkait kerahasiaan data yang dibangun oleh pemerintah.

"Jangan dilihat penting atau tidaknya data yang dibobol itu, besar kecilnya kebocoran data tetap saja ini sebuah kebocoran yang membuktikan hacker bisa dengan mudah meretas server data pemerintah," ujar Abdul Jabar Majid ketika dihubungi Senin (19/09/2022).

Abdul Jabar Majid menegaskan jika data penduduk yang dianggap tidak penting ini sanggup dibobol hacker, tidak menutup kemungkinan ke depan data yang jauh lebih penting bisa diretas hacker.

"Inilah kelemahan pemerintah yang menganggap pembobolan data ini sebagai hal yang katanya tidak penting. Padahal inti permasalahannya adalah server kita dengan mudah bisa diretas oleh pihak lain. Bobol ya tetap bobol namanya," katanya.

Abdul Jabar Majid pun mengaku khawatir jika pemerintah tidak membenahi jaringan server dan tidak mengawasi jalur komunikasi internet dengan baik, maka ke depan akan terjadi hal-hal yang lebih mengerikan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved