Muka Bonyok Mengaku Diculik dan Dibuang di Sukabumi, Pria asal Cikarang Ini Malah Jadi Tersangka

Kepada teman-temannya, pria berinisial MF (27 tahun) ini mengaku jadi korban penculikan dan penganiayaan serta dibuang di Sukabumi.

Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Ilustrasi borgol - Seorang pria asal Cikarang, Bekasi pulang ke rumahnya dalam kondisi muka bonyok tapi kemudian malah dijadikan tersangka. 

TRIBUNJABAR.ID, CIKARANG - Seorang pria asal Cikarang, Bekasi pulang ke rumahnya dalam kondisi muka bonyok.

Kepada teman-temannya, pria berinisial MF (27 tahun) ini mengaku jadi korban penculikan dan penganiayaan serta dibuang di Sukabumi.

Kini, dia malah jadi tersangka.

Kok bisa? Ternyata semua berawal dari kumpul kebo.

Ini cerita selengkapnya.

Awalnya mengaku sebagai korban penculikan, MF (27), pria asal Cikarang ternyata berbohong.

MF awalnya mengaku diculik serta dianiaya hingga dibuang ke Sukabumi.

Dia sengaja membuat laporan palsu kepada polisi dengan berpura-pura menjadi korban penculikan.

Padahal sama sekali tak ada kasus penculikan yang terjadi.

Baca juga: Pembunuh Preman di Cikarang Ternyata Tukang Es Buah, Kesal Gerobak Dagangannya Ditabrak Korban

MF ternyata bermasalah dengan keluarga pacarnya yang berinisial IT.

Berikut kronologis awal MF yang mengaku sebagai korban penculikan hingga akhirnya kasus laporan palsu ini terungkap.

Dikutip dari Tribun Bekasi, Kapolsek Cikarang Utara Kompol Mustakim menceritakan MF dan IT menjalin kasih.

Keduanya tinggal berdua layaknya pasangan suami istri di sebuah kontrakan di Rengasbandung, Kedungwaringin, tanpa sepengetahuan orang tua IT.

"Bahwa yang sebenarnya itu adalah dia (MF) membawa lari anak gadis orang, inisialnya IT di kontrakkan di Kedungwaringin, Rengasbandung," ungkap Mustakim saat dikonfirmasi, Sabtu (17/9/2022).

Karena kehabisan uang, IT kembali ke rumahnya yang tak jauh dari kontrakan mereka berdua.

Sehingga keluarga IT akhirnya mengetahui bahwa selama ini ia kumpul kebo bersama MF.

Hal tersebut memancing amarah keluarga IT.

Kemudian pada Rabu (13/9/2022) dini hari lalu, pihak keluarga IT bersama warga menggerebek keduanya di kontrakan tersebut dan MF dibawa ke kantor RT.

"Setelah itu, karena di situ diketahui bahwa dia itu bukan suami istri, ya akhirnya dikeroyok warga," kata Mustakim.

MF kemudian pulang ke rumahnya di kawasan Pasir Gombong, Cikarang Utara, Bekasi setelah satu bulan kabur dari rumah.

Kemudian ia merasa malu mengaku perbuatannya saat ditanyakan mengenai wajahnya yang babak belur.

Alhasil, MF mengarang cerita sehingga teman-temannya mendorong MF untuk melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi.

"Kalo motifnya dia tuh mau menghilangkan apa yang dia lakukan di daerah Kedungwaringin. Kan mukanya bonyok, ditanyain teman-temannya kenapa. Mengarang lah dia cerita bohong, lalu lapor ke polsek kasusnya penculikan," tuturnya.

Meski telah mengakui perbuatannya, MF kini berstatus sebagai wajib lapor dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bagaimana cara polisi membongkar kasus laporan palsu MF?

Kapolsek Cikarang Utara Kompol Mustakim mengimbau masyarakat untuk tidak membuat laporan palsu kepada pihak kepolisian terkait kasus kriminal yang dialami.

Ia menegaskan dalam penanganan sebuah perkara, polisi selalu mengedepankan azas praduga tak bersalah sehingga tindak lanjut pemeriksaan sebuah laporan harus dilakukan secara mendetail.

"Kepada masyarakat, kami mengimbau untuk tidak membuat laporan palsu dan menginformasi sesuai dengan fakta, karena kalau bohong pasti akan ketahuan oleh kami," kata Mustakim saat dikonfirmasi, Sabtu (17/9/2022).

Mustakim kemudian mengungkapkan bagaimana pihaknya membongkar kasus laporan palsu MF.

Awalnya, MF datang ke Mapolsek Cikarang Utara dalam kondisi wajah yang masih babak belur setelah dipukuli oleh warga Kedungwaringin akibat ketahuan kumpul kebo bersama kekasihnya berinisial IT.

"Dia datang ke polsek, ngakunya dibawa naik mobil sama sejumlah orang yang ngaku anggota di Lemahabang. Kemudian, motor dan dompetnya dirampas, dipukuli, lalu dibuang di Sukabumi," ucapnya.

Polisi kemudian mengajak MF untuk menelusuri setiap lokasi yang ia ceritakan, seperti di pinggir jalan dekat Stasiun Lemahabang, kemudian ke ruko kosong di Delta Mas yang disebut jadi lokasi pemukulan.

"Nah, karena kami curiga, kami melakukan penyelidikan terhadap MF itu. Kami ajak mutar TKP-nya di mana yang sebenarnya. Begitu sampai ke ruko yang katanya dipakai untuk penganiayaan, dia seperti enggak yakin," katanya.

Polisi kemudian mencari data informasi mengenai nomor polisi kendaraan roda dua milik MF.

Setelah dilakukan pencarian, ternyata tak ada satu pun motor yang telah disematkan nomor polisi tersebut.

"Sedangkan motornya sendiri, yang sudah kita cek, ternyata tidak terdaftar STNK-nya. Enggak ada nomor pelat seperti yang disebutkan. Karena kan dia ngaku motornya hilang," ungkap Mustakim.

MF pun tak bisa berkutik setelah ditunjukkan bukti-bukti oleh polisi.

Akhirnya ia mengaku bahwa laporan penculikan dirinya merupakan sebuah berita bohong.

Mustakim menyayangkan sikap MF yang bahkan telah menyebarluaskan berita bohong tersebut ke sejumlah akun media sosial sehingga viral di dunia maya.

Artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Pria Asal Cikarang Mengaku Diculik dan Disekap di Sukabumi Ternyata Bawa Kabur Anak Gadis Orang

Sumber: Tribun bekasi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved