Muka Bonyok Mengaku Diculik dan Dibuang di Sukabumi, Pria asal Cikarang Ini Malah Jadi Tersangka

Kepada teman-temannya, pria berinisial MF (27 tahun) ini mengaku jadi korban penculikan dan penganiayaan serta dibuang di Sukabumi.

Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Ilustrasi borgol - Seorang pria asal Cikarang, Bekasi pulang ke rumahnya dalam kondisi muka bonyok tapi kemudian malah dijadikan tersangka. 

Karena kehabisan uang, IT kembali ke rumahnya yang tak jauh dari kontrakan mereka berdua.

Sehingga keluarga IT akhirnya mengetahui bahwa selama ini ia kumpul kebo bersama MF.

Hal tersebut memancing amarah keluarga IT.

Kemudian pada Rabu (13/9/2022) dini hari lalu, pihak keluarga IT bersama warga menggerebek keduanya di kontrakan tersebut dan MF dibawa ke kantor RT.

"Setelah itu, karena di situ diketahui bahwa dia itu bukan suami istri, ya akhirnya dikeroyok warga," kata Mustakim.

MF kemudian pulang ke rumahnya di kawasan Pasir Gombong, Cikarang Utara, Bekasi setelah satu bulan kabur dari rumah.

Kemudian ia merasa malu mengaku perbuatannya saat ditanyakan mengenai wajahnya yang babak belur.

Alhasil, MF mengarang cerita sehingga teman-temannya mendorong MF untuk melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi.

"Kalo motifnya dia tuh mau menghilangkan apa yang dia lakukan di daerah Kedungwaringin. Kan mukanya bonyok, ditanyain teman-temannya kenapa. Mengarang lah dia cerita bohong, lalu lapor ke polsek kasusnya penculikan," tuturnya.

Meski telah mengakui perbuatannya, MF kini berstatus sebagai wajib lapor dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bagaimana cara polisi membongkar kasus laporan palsu MF?

Kapolsek Cikarang Utara Kompol Mustakim mengimbau masyarakat untuk tidak membuat laporan palsu kepada pihak kepolisian terkait kasus kriminal yang dialami.

Ia menegaskan dalam penanganan sebuah perkara, polisi selalu mengedepankan azas praduga tak bersalah sehingga tindak lanjut pemeriksaan sebuah laporan harus dilakukan secara mendetail.

"Kepada masyarakat, kami mengimbau untuk tidak membuat laporan palsu dan menginformasi sesuai dengan fakta, karena kalau bohong pasti akan ketahuan oleh kami," kata Mustakim saat dikonfirmasi, Sabtu (17/9/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun bekasi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved