Ibu Muda di Pangandaran Menjadi Korban KDRT Suami Mabuk: Saya Capek, 9 Tahun Menikah Dipukuli Terus

Tak mau diajak pulang suaminya, seorang ibu muda di Pangandaran menjadi korban penganiayaan oleh sang suami yang mabuk

Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun jabar/ padna
Saat Mintarsih dan ibunya memperlihatkan luka memar di kepalanya 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Tak mau diajak pulang suaminya, seorang ibu muda di Pangandaran menjadi korban penganiayaan atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Diketahui, peristiwa tersebut menimpa Mintarsih (26).

Ketika kejadian, korban berada di rumah milik orang tuanya di Blok Selaawi, Dusun Ciawitali RT 3/4, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jumat (16/9/2022) sekitar pukul 18.30 WIB.

Baca juga: KRONOLOGI Karyawan Pabrik Tahu di Garut Ditemukan Meninggal Tak Wajar, Polisi : Ada Tanda Kekerasan

Mintarsih yang beranak dua ini statusnya masih memiliki suami yang berinisial DMS (40). Namun, karena sering medapat KDRT, Mintarsih memilih pisah ranjang dan meminta dicerai.

Mintarsih menyampaikan, awal kejadiannya seusai Salat Magrib, DMS datang dan mengajak pulang ke rumahnya.

"Tapi, saya tidak mau. Terus, dia langsung mukulin Saya sampai babak belur. Sampai sekarang, rasanya sakit," ujar Mintarsih saat ditemui Tribunjabar.id di satu rumah keluarganya di Desa Pamotan, Minggu (18/9/2022) pagi.

Setelah kejadian itu, Ia mengaku tidak ingat apa-apa.

"Kalau sempat pingsan atau tidaknya, Saya tidak tahu karena enggak ingat apa-apa," katanya.

Menurutnya, kejadian penganiayaan yang sekarang sudah dilakukan oleh DMS itu disebabkan karena Ia tidak mau diajak pulang ke rumah suaminya.

"Ya, gara-garanya 3 hari berturut-turut dia (DMS) ngajak pulang ke rumah tapi saya menolak, tidak mau. Karena Saya sudah cape selama 9 tahun berumah tangga dipukulin terus. Setiap tahunnya pasti ada (dipukuli) karena dia enggak sadar, dia mabuk," ucap Mintarsih.

Baca juga: Satreskrim Polresta Cirebon Tangani 41 Kasus Kekerasan Perempuan & Anak, Selama Januari-Agustus 2022

Menurutnya, atas kejadian tersebut, Ia didampingi keluarganya membuat pengaduan ke Polsek Kalipucang Polres Pangandaran.

"Setelah kejadian, Saya kemarin dirawat di Puskesmas Kalipucang selama 2 hari. Yang luka di bagian kepala karena dipukul, perut ditendang sama luka di kedua tangan dan kaki. Jadi, yang ke kantor polisi juga ibu sama saudara Saya," katanya.

Sementara ibu korban, Aswiah (64) mengatakan, saat kejadian, Ia berusaha meminta tolong kepada tetangganya.

"Tapi, tidak ada yang mau mendekati. Karena, mungkin mereka juga takut. Karena dia (DMS) lagi mabuk," katanya.

"Saya sampai menjerit-jerit, anak Saya terus dipukuli sampai babak belur. Karena, enggak ada yang menolong. Terus sama Ema ditarik terus minta tolong lagi ke warga untuk dibawa ke Puskesmas," ucap Ia

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved