Ibu Muda di Pangandaran Dianiaya Suami Sudah Lapor Polisi, Ngaku Tak Tahan Lagi, Minta Ini

Sebelumnya, Mintarsih juga beberapa kali sempat terjadi korban KDRT. Tapi, tidak melapor ke Polisi karena melihat anaknya yang masih kecil.

Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun jabar/ padna
Saat Mintarsih dan ibunya memperlihatkan luka memar di kepalanya 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - KA SPKT I Polsek Kalipucang, Aipda Apep Wardiana mengatakan, pihaknya baru menerima laporan pengaduan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Baru menerima pengaduan, belum LP (Laporan Polisi). Nanti hari Senin (19/9/2022), katanya mau ditindaklanjuti Kanit Reskrim (di Polsek Kalipucang)," ujar Apep saat dihubungi Tribunjabar.id melalui WhatsApp, Minggu (18/9/2022) siang.

Sementara, Mintarsih (26) yang menjadi korban KDRT meminta terduga pelaku dihukum seberat-beratnya.

Baca juga: Ibu Muda di Pangandaran Menjadi Korban KDRT Suami Mabuk: Saya Capek, 9 Tahun Menikah Dipukuli Terus

"Saya mah, ingin dia (DMS suaminya) dihukum seberat-beratnya. Karena, sakitnya sudah tidak bisa diobati lagi," ucapnya.

Sebelumnya, Mintarsih juga beberapa kali sempat terjadi korban KDRT. Tapi, tidak melapor ke Polisi karena melihat anaknya yang masih kecil.

"Sekali dua kali, saya masih melihat anak, tapi ini sudah keterlaluan. Sakitnya saya, sudah lebih-lebih. Saya ingin langsung ditalak (cerai)," kata Mintarsih.

Diberitakan sebelumnya, seorang Ibu muda di Pangandaran korban penganiayaan atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Peristiwa menimpa Mintarsih (26) dan terjadi saat korban (Mintarsih) berada di rumah milik orang tuanya.

Yaitu, di Blok Selaawi, Dusun Ciawitali RT 3/4, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran pada Jum'at (16/9/2022) sekitar pukul 18:30 WIB.

Mintarsih yang beranak dua ini, statusnya masih memiliki suami dengan terduga pelaku KDRT berinisial DMS (40).

Baca juga: Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus KDRT di Cirebon, Suami Aniaya Istri hingga Luka di Sekujur Tubuh

Karena, sering terjadi KDRT dalam menjalani rumah tangganya, Mintarsih memilih pisah ranjang dan meminta dicerai.

Seusai sempat pisah ranjang sekitar 3 bulan, beberapa kali Mintarsih didatangi DMS dan dipinta untuk pulang kembali ke rumahnya.

Namun, karena Mintarsih terus menolak ajakannya, akhirnya DMS melakukan KDRT kepada Mintarsih.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved