Rumah yang Dirobohkan Rentenir di Garut Bukan Bantuan Kodam III/Siliwangi, Danramil Beri Penjelasan

Rumah milik Undang (27) yang dirobohkan rentenir ternyata bukan bantuan dari Kodam III/Siliwangi.

Editor: Giri
Istimewa
Rumah Undang di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat proses perobohan oleh rentenir. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Rumah milik Undang (27) yang dirobohkan rentenir ternyata bukan bantuan dari Kodam III/Siliwangi.

Sebelumnya, rumah warga Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, itu dirobohkan rentenir gara-gara menunggak bayar bunga utang.

Utang pokoknya adalah Rp 1,3 juta. 

Undang dibebani bunga Rp 350 ribu per bulan.

Semula, Undang lancar membayar bunga itu. Namun, belakangan, Undang tak bisa membayarnya lagi.

Danramil 1110/Banyuresmi, Kapten Infanteri Enjang Santana, menjelaskan status rumah yang sebelumnya disebut-sebut bantuan dari Kodam III/Siliwangi.

"Rumah korban bukan bantuan dari Kodam III/Siliwangi. Rumah bantuan Kodam adalah rumah di sebelahnya, masih utuh," ujar Enjang kepada awak media saat meninjau lokasi, Sabtu (17/9/2022).

Baca juga: Diteror OTK, Korban Rentenir yang Rumahnya Dirobohkan di Garut Diungsikan ke Tempat Aman

Dia menuturkan, rumah bantuan tersebut atapnya rusak akibat tergerus saat rumah milik Undang dibongkar rentenir pada 10 September 2022.

Rumah bantuan tersebut rusak lantaran satu atap dengan rumah milik Undang.

Rumah Undang di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, dirobohkan rentenir karena tak bisa membayar utang Rp 1,3 juta. Bangunan yang rata dengan tanah dipasangi garis polisi.
Rumah Undang di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, dirobohkan rentenir karena tak bisa membayar utang Rp 1,3 juta. Bangunan yang rata dengan tanah dipasangi garis polisi. (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

Camat Banyuresmi, Eti Nurhayati, mengatakan rumah bantuan Kodam III/Siliwangi tersebut rusak di bagian belakang dengan kondisi atap terbuka.

"Pas pembongkaran mungkin terburu-buru, yang rusak itu bagian belakangnya, atapnya kosong," ujarnya.

Dia pun menuturkan rasa prihatinnya atas kejadian tersebut.

Baca juga: Curhat Pilu Undang Saat Pulang Rumahnya Sudah Rata dengan Tanah, Istri dan Anak Hanya Bisa Menangis

Menurutnya perobohan rumah oleh rentenir itu bisa menjadi pelajaran penting bagi warga agar tidak mudah berurusan atau pinjam-meminjam dengan rentenir.

"Imbauan kepada warga masyarakat mohon jangan ada lagi pinjam-meminjam kepada rentenir atau dengan yang lainnya yang tidak legal," ucapnya. (*)

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved