Polda Jabar Tingkatkan Pengawasan Perdagangan Hewan Setelah Kasus Sadis di Tasikmalaya 

Polda Jabar mengintruksikan jajarannya agar meningkatkan pengawasan perdagangan hewan liar. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID/CIKWAN SUWANDI
ILUSTRASI - Polda Jabar mengintruksikan jajarannya agar meningkatkan pengawasan perdagangan hewan liar. Hal itu dilakukan buntut dari kasus penyiksaan yang dilakukan dua warga di Tasikmalaya terhadap satwa liar.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polda Jabar mengintruksikan jajarannya agar meningkatkan pengawasan perdagangan hewan liar

Hal itu dilakukan buntut dari kasus penyiksaan yang dilakukan dua warga di Tasikmalaya terhadap satwa liar. 

"Tentunya peristiwa itu menjadi perhatian kita dan menjadikan atensi ke polres dan polsek jajarannya agar aktif melakukan pengawasan mengantisipasi terjadinya hal serupa seperti yang di Tasikmalaya," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat dihubungi, Sabtu (17/9/2022). 

Sejauh ini, kata dia, kasus penyiksaan hewan secara sadis baru terjadi di Tasikmalaya.

Pihaknya tetap melakukan pemantauan agar tidak terjadi di daerah lain.

"Sejauh ini baru di Tasikmalaya saja, belum ada laporan peristiwa serupa di daerah lain," katanya.

Baca juga: Siksa Monyet hingga Mati Demi Konten Video, 2 Pria di Tasikmalaya Ditangkap Polisi

Dia pun mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi dan melaporkan ke polisi jika menemukan adanya dugaan jual beli hewan dilindungi atau penyiksaan terhadap hewan.

Sebelumnya, dua warga Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, ditangkap polisi karena menganiaya monyet hingga mati demi konten.

Kedua tersangka, AY (25) dan I (25), ditangkap di rumah masing-masing, berikut barang bukti perkakas serta dua monyet yang masih hidup.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Heryanto, mengungkapkan, penangkapan kedua tersangka dilakukan setelah pihaknya menerima pengaduan masyarakat.

"Keduanya kami tangkap di rumah masing-masing karena melanggar UU Perlindungan Hewan," ujar Suhardi.

Baca juga: Ada Pasien Dicurigai Kena Cacar Monyet di Tasikmalaya, Belum Suspect Apalagi Positif

Dari pengakuan kedua tersangka, mereka menganiaya monyet yang merupakan satwa dilindungi yaitu jenis ekor panjang dan lutung demi konten video.

Hewan-hewan dilindungi tersebut dianiaya secara sadis hingga mati menggunakan sejumlah perkakas.

"Perbuatan kedua tersangka meresahkan dan akhirnya ada yang melapor. Kami tindaklanjuti dan kedua tersangka mengakui perbuatannya," ujar Suhardi.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka dijerat dengan pasal 40 juncto pasal 21 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, serta Pasal 91 UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Keduanya terancam hukuman penjara sekitar 5 tahun dan denda Rp 100 juta. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved