KH Tetep Abdulatip: Batalkan Kenaikan Harga BBM Jika Tak Bisa Beri Kompensasi Memadai Bagi Petani

Selain membahas empat pilar kebangsaan, KH Tetep juga membahas 4 pilar ketahanan pangan terutama dampak kenaikan harga BBM subsidi Pertalite dan Solar

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Ketua Komisi IV DPRD Jabar, KH Tetep Abdulatip, menggelar sosialisasi empat pilar kepada para petani di gedung gedung Yayasan Ibadurahman, Kampung Leuwidahu Kaler, Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/9). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Ketua Komisi IV DPRD Jabar, KH Tetep Abdulatip, menggelar sosialisasi empat pilar kepada para petani di gedung gedung Yayasan Ibadurahman, Kampung Leuwidahu Kaler, Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/9).

Selain membahas empat pilar kebangsaan, KH Tetep juga membahas empat pilar ketahanan pangan terutama dampak kenaikan harga BBM subsidi Pertalite dan Solar terhadap petani.

"Sosialisasi empat pilar hari ini saya arahkan ke para petani. Kenapa, karena ternyata dengan perkembangan kontemporer dengan naiknya harga BBM, justru yang paling terkena dampak itu adalah petani," kata KH Tetep.

Beban para petani, lanjut KH Teten, sangat berat. Apalagi misalnya punya tanggungan anggota keluarga yang banyak. Apalagi jika mereka punya beban kredit ke bank.

"Ini pasti lebih berat. Ini bisa jadi bukti kurangnya keberpihakan pemerintah terhadap para petani," ujar KH Tetep.

Kalau tidak bisa dibatalkan, kompensasi kepada petani harus memadai. Jangan sampai kompensasi hanya Rp 150.000 sebulan, tapi beban yang harus dibayar para petani lima kali lipat atau 10 kali lipat dari itu.

Menurut KH Teten, disaat para petani panen pun harga komoditasnya malah seringkali tidak naik bahkan cenderung anjlok.

"Kalaupun terjadi kenaikan, relatif tidak terjadi kenaikan yang signifikan. Sebetulnya ya kalau memang bisa dibatalkan kenaikan harga BBM, sebaiknya dibatalkan," ujar KH Tetep.

Tapi kalau tidak bisa dibatalkan, KH Tetep berharap kompensasi untuk bidang pertanian pun harus lebih besar. Sehingga para petani tidak semakin termarjinalkan.

"Jadi bagaimana para petani difasilitasi. Bukan hanya wawasan tapi juga diberikan alat-alat mesin, bantuan permodalan serta kemudahan untuk mengakses pupuk dan obat-obatan," kata KH Tetep.

Pemerintah juga diharapkan memperlancar arus distribusi, membangun irigasi sampai tuntas, termasuk juga memperlancar prasarana jalan.

"Memuluskan jalur-jalur distribusi pangan perlu ditingkatkan, sehingga akan sangat membantu para petani. Kalau perlu adakan bantuan operasionalnya," ujar KH Tetep.

Para petani juga tidak hanya mengurus pangan. Tapi juga mereka diberi usaha lain dengan memberikan bantuan ternak.

"Tapi kembali ke itu tadi, yang paling penting menurut hemat saya kalau memang bisa dibatalkan lah (kenaikan harga BBM) gitu. Mendingan subsidi lagi gitu," kata KH Tetep.

Tapi kalau tidak bisa dibatalkan kompensasinya sebanding dengan beban yang harus dikeluarkan oleh petani. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved