AHY Sindir Jokowi Tinggal Gunting Pita, PDIP Ingatkan Hambalang di Era SBY: Bukti Korupsi Demokrat

Saling sindir terjadi antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Editor: Hermawan Aksan
Facebook Presiden Joko Widodo via Tribunnews.com
Foto ilustrasi: Presiden Jokowi meninjau Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional yang mangkrak pembangunannya di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor yang mangkrak, Jumat (18/3/2016). Merespons sindiran AHY bahwa Jokowi hanya gunting pita proyek era SBY, PDIP balik menyindir dengan menyebut proyek Hambalang yang mangkrak. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Saling sindir terjadi antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

PDIP merespons pernyataan AHY yang menyindir bahwa pembangunan infrastruktur era Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya meneruskan yang sudah ada di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

AHY menyebut pemerintah saat ini hanya melakukan gunting pita atau dalam artian lain meresmikan apa yang sudah berjalan pada era kepemimpinan sebelumnya.

Menanggapi pernyataan AHY itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Tangerang Selatan Wanto Sugito meminta AHY untuk berbicara berdasarkan data yang ada, jangan hanya beretorika.

Baca juga: Partai Demokrat Jabar Usulkan AHY Maju Menjadi Calon Presiden, Pengurus di Pangandaran Berharap Sama

"Saya sangat menyayangkan bagaimana mungkin seorang ketua umum seperti AHY berpidato tanpa basis data," kata Wanto saat dikonfirmasi, Jumat (16/9/2022).

"Kini adalah era kemajuan IT, artificial inteligent, dan big data."

Tidak hanya itu, Wanto meminta kepada AHY untuk mengingat soal catatan pembangunan proyek Hambalang di era kepemimpinan SBY.

Menurut Wanto, kasus proyek Hambalang harusnya menjadi tolok ukur AHY dalam berbicara mengenai pembangunan infrastruktur.

"Rakyat semakin cerdas. Rakyat Indonesia mencatat begitu banyak proyek infrastruktur SBY yang mangkrak."

"Monumen Hambalang adalah bukti korupsi sistemik elite Partai Demokrat," kata dia.

Tidak hanya Hambalang, kata Wanto, proyek lain seperti halnya pembangkit listrik 10 ribu megawatt juga banyak yang mangkrak di era kepemimpinan presiden ke-6 RI.

Wanto lantas menyatakan, semua realita tersebut dapat mencerminkan banyaknya proyek yang tak terealisasi saat SBY memimpin bangsa Indonesia.

"Proyek pembangkit listrik 10 ribu MW banyak yang mangkrak, dan memperjelas bagaimana SBY hanya menampilkan proyek angan-angan tanpa realisasi," ucap politisi yang juga menjabat Ketum Sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) itu.

Meski menilai sikap AHY dalam membanggakan sang ayah melalui pidatonya adalah hal wajar, Wanto meminta AHY untuk berbicara berdasarkan data.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved