Kejamnya Rentenir di Garut

Warga Geram Ingin Serang Rentenir yang Robohkan Rumah Undang di Garut, Pak Kades Bertindak Cepat

Rentenir robohkan rumah Undang di Garut. Banyak warga geram ingin menyerang rentenir, tapi kepalda desa berhasil mencegah, agar tidak main hakim.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI
Kondisi rumah Undang, Jumat (16/9/2022) yang rata dengan tanah lantaran tidak sanggup membayar utang kepada seorang rentenir sebesar Rp 1,3 juta di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Setelah rumah milik Undang (42) warga Desa Cipicung, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dirobohkan rentenir karena tidak bisa bayar hutang, muncul cerita banyak warga terjerat rentenir.

Warga mengaku resah dengan keberadaan rentenir di desa tersebut, diketahui ada puluhan warga yang terjerat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa Cipicung, Uban Setiawan.

Ia menyebut selain Undang, korban rumah dirobohkan rentenir, banyak warganya yang terjerat oleh rentenir, menyikapi hal itu ia akan segera melakukan langkah serius agar warganya tidak terjerat.

Baca juga: Rentenir di Garut Ternyata Robohkan Rumah Bantuan Kodam III/Siliwangi

"Kami akan melakukan musyawarah dengan semua pihak, akan dibentuk Perdes (peraturan desa) untuk mencegah ini, karena sudah meresahkan masyarakat," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di kantornya, Jumat (16/9/2022).

Uban menuturkan saat ini ada lebih dari 10 orang yang terjerat oleh rentenir yang merobohkan rumah milik warganya.

"Banyak masyarakat Cipicung yang menjadi korban rentenir tersebut, ya mungkin karena terdesak tidak punya uang akhirnya minjam ke rentenir," ucapnya.

Ia menjelaskan setelah kejadian perobohan rumah tersebut banyak warganya yang geram, bahkan sempat akan menyerang rumah pelaku.

Namun berhasil dicegah, korban pun saat itu langsung melapor ke polisi.

"Hampir-hampir mau hakimi massa, saya bilang jangan, kan ada hukum. Kalo perlu musyawarahkan baik-baik, tapi proses hukum lanjut biar ada efek jera," ucapnya.

Uban mengimbau semua pihak termasuk warganya agar tetap menjaga ketertiban dan tidak main hakim sendiri.

Menurutnya kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

"Saya juga mengimbau kalo mau pinjam uang, pinjam lah ke bank resmi, jangan tergiur pinjaman tidak jelas," ujar Uban.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved