Siswi SMA Negeri di Cianjur Tak Mau Sekolah Lagi setelah Guru Paksa Lihat Tanda Lahir di Tangan

Namun sang guru tetap menarik jaket almamater hingga tangan RG pun terlihat sama teman lainnya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ravianto
Kolase Tribun Jabar (Thinkstockphotos.com via Kompas.com dan istimewa via Tribunnews.com)
ilustrasi siswi SMA. Seorang siswi SMA negeri di Kabupaten Cianjur, tak mau sekolah lagi karena diduga mendapat perlakuan tak menyenangkan dari guru 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Seorang siswi SMA negeri di Kabupaten Cianjur, tak mau sekolah lagi karena diduga mendapat perlakuan tak menyenangkan dari guru hingga dibully atau mendapat perundungan dari teman-temannya.

Siswi berinisial RG tersebut duduk di kelas 11.

Sejak lahir ia mendapat tanda lahir hitam di bagian tangannya yang selalu ia sembunyikan dengan jaket.

Kamis (15/9/2022) sekitar pukul 10.00 WIB, RG bertemu dengan seorang guru bernama SL di lapangan.

Guru tersebut sedang memeriksa kerapihan, ia hendak memeriksa kuku tangan siswi tersebut, namun ditutupi dengan jaket almamater karena di tangan siswi tersebut terdapat tanda hitam.

Namun guru tersebut memaksa membukanya, padahal siswi tersebut meminta untuk diperiksa terpisah karena malu dan khawatir dan mendapatkan ejekan dari temannya.

Namun sang guru tetap menarik jaket almamater hingga tangan RG pun terlihat sama teman lainnya.

Padahal sahabat RG sudah memberitahu sang guru agar RG diperiksa terpisah di ruangan.

"Ia langsung menelepon pamannya sambil menangis," ujar ayah RG, Gagan Sugandi (40), setelah mendatangi pihak sekolah, Jumat (16/9/2022).

Gagan tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, pasalnya ia melihat anaknya selalu rajin sekolah dan tak pernah membuat ulah.

"Sekarang tak mau sekolah karena malu sama teman-temannya," kata Gagan.

Gagan sudah mendengar permintaan maaf dari guru bersangkutan dan kabarnya akan mendatangi rumahnya.

Namun bukan hal seperti itu yang ia inginkan.

Ia menginginkan guru tersebut meminta maaf kepada anaknya di hadapan semua pelajar dan guru.

"Kejadiannya di lapangan di depan semua guru dan murid, permintaan maafnya juga harus di hadapan guru dan murid juga," katanya.(fam) 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved