Janda di Cianjur Menangis dan Sujud Syukur, 5 Tahun Perjuangkan Hak Hingga ke Meja Hijau

Seorang janda di Kabupaten Cianjur, menangis dan sujud syukur setelah berjuang mendapatkan tanahnya yang diserobot orang lain.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Kisdiantoro
Tribunjabar.id/Ferri A Mukminin
Seorang janda di Cianjur mendapat kembali hak tanah setelah berjuang hingga ke meja hijau. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ayi Irma (52) seorang janda warga Kampung Sipon, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menangis dan sujud syukur setelah lima tahun berjuang mencari keadilan atas hak sebidang tanah miliknya seluas 154 meter persegi yang selama ini dikuasai orang lain.

Kuasa hukum Ayi, Gilang Arvasendra, mengatakan bahwa keadilan berpihak kepada kliennya yang selama lima tahun kebingungan kenapa tiba-tiba tanahnya dibangun rumah kos tanpa sepengetahuannya.

Ia melihat, Ayi merupakan warga biasa yang kebingungan mencari keadilan selama ini.

Ia memutuskan untuk membantu Ayi bersama rekannya Elan Setiawan setelah mengecek surat di beberapa lembaga terkait masih atas nama kliennya dan belum ada bukti hukum jual beli.

"Ini juga menjadi pendidikan hukum bagi siapapun jangan sampai menguasai tanah orang lain tanpa ada bukti hukum yang kuat," ujar Gilang di Cianjur, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Bawa Kabur Anak Orang dari Sukabumi, Warga Cianjur Ditangkap Polisi di Bogor, Awalnya Kenalan di FB

Gilang bersyukur Pengadilan negeri Cianjur akhirnya memenangkan gugatan kliennya melalui Putusan Pengadilan Negeri Cianjur Nomor Perkara 17/Pdt.G/2022/PN pada Tanggal 8 September 2022 Perkara tentang Perbuatan Melawan Hukum atas sebidang Tanah milik ibu Ayi irma yang tanpa Hak dikuasai oleh Orang lain selama kurun waktu 5 Tahun lamanya.

"Alhamdulillah keadilan bagi klien kami Ibu Ayi Irma sedang berpihak terhadap klien kami," ujar Gilang Arvasendra dan Elan Setiawan.

Gilang mengatakan, kronologis awal kliennya telah membeli Tanah pada tahun 2011 di Desa Haurwangi lalu dibuatkan akta jual di PPATS Kecamatan Haurwangi bernomor : 166/2011 atas nama dirinya sendiri selaku pembeli dengan luas sebesar 154 meter persegi.

Tapi sekitar tahun 2017 kliennya dikejutkan dengan adanya pembangunan di tanah miliknya yaitu kamar kos berjumlah empat kamar oleh DD.

Lima tahun berlalu Ayi Irma berjuang sendiri mencari keadilan agar tanah miliknya tersebut dapat direbut kembali.

"Ia datang bulan Mei lalu dan kami bersyukur bisa menyelesaikan permasalahan tanahnya walaupun selesai di meja hijau," ujar Gilang.

Ayi Irma menyebut akan memanfaatkan dan menggunakan kembali tanah tersebut sebagaimana mestinya.

Rencananya ke depan Ayi Irma beserta kuasa Hukumnya akan mengambil langkah hukum secara pidana di wilayah kepolisian Polda Jawa Barat atau Kepolisan Resort Cianjur.(fam)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved