Ada Empat Kasus Perundungan di Sekolah di Cianjur, P2TPA Blusukan Beri Cara Pencegahan Bullying

Ada tiga program sasaran dalam pencegahan bullying yakni pelajar, guru, dan orangtua. Tiga komponen tersebut merupakan komponen penting

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Stop Bullying - Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Cianjur Lydia Indayani Umar memaparkan sosialisasi pencegahan perundungan atau bulying di sekolah 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lydia Indayani Umar, mengatakan, saat ini ada empat laporan terkait bullying di sekolah yang sedang ia tangani.

Kasus paling menonjol adalah adanya dugaan bullying atau perundungan yang dilakukan di muka umum oleh seorang guru kepada muridnya. Orangtua tidak terima dan saat ini sudah melapor ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat.

Lydia mengatakan, pihaknya sedang melakukan mediasi namun pihak orangtua masih belum menerima.

Baca juga: Ineu Purwadewi Sundari: Implementasikan Perda Perlindungan Anak untuk Cegah Bullying

"Kasus yang sedang kami tangani soal perundungan ada empat. Satu kasus yang menonjol adalah orangtua tak terima anaknya diduga dibully dimuka umum hingga trauma," ujar Lydia saat melakukan sosialisasi pencegahan perundungan di SMA Pasundan 1 Cianjur, Kamis (15/9/2022).

Ia mengatakan, ada tiga program sasaran dalam pencegahan bullying yakni pelajar, guru, dan orangtua. Tiga komponen tersebut merupakan komponen penting mencegah perundungan di sekolah.

Ia mengapresiasi SMA Pasundan 1 yang sudah melaksanakan program pencegahan meski tak ada kasus menonjol di sekolah tersebut. "Semoga ini diikuti oleh sekolah lainnya," katanya.

Kepala SMA Pasundan 1 Sapudin mengatakan, kegiatan merupakan penguatan profil pelajar Pancasila yang dilaksanakan secara berurutan selama tiga minggu, di antaranya adalah program pencegahan perundungan di SMA.

"Alhamdulillah di tempat kami itu memang tidak terjadi tapi untuk lebih mencegah dan lebih supaya siswa itu betah di sekolah, makanya kami adakan kegiatan seminar sasarannya untuk semuanya tapi sekarang bertahap untuk kelas 10 dulu," katanya.

Baca juga: Ridwan Kamil: Sanksi Pelaku Bullying di Tasikmalaya Bisa Dikeluarkan dari Sekolah atau Turun Kelas

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved