Sudah Musimnya, Jabar Siaga 1 Bencana, BPBD, Relawan, dan Pramuka Bersiaga

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan, semua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jabar saat ini memberlakukan status siaga 1 bencana

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan, semua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jabar saat ini memberlakukan status siaga 1 bencana. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan, semua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jabar saat ini memberlakukan status siaga 1 bencana.

Hal ini seiring dengan cuaca buruk dan terjadinya sejumlah kejadian bencana alam beberapa waktu lalu.

"Memang ini sudah musimnya. Setahun ada kurang lebih 2.000 kebencanaan. BPBD se-Jabar sedang siaga 1. Contohnya ada longsor kan, ada yang meninggal juga sudah ditangani di lapangan. Mitigasi juga sedang dilakukan," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (14/9/2022).

Ridwan Kamil mengatakan, semua relawan kemanusiaan juga sudah memberlakukan siaga 1 karena siaga bencana tidak hanya tentang siaga kejadian bencana alam semata.

Dia juga mengimbau warga untuk sering mengecek perkiraan cuaca setiap hari.

Baca juga: Wagub Jabar Tinjau dan Serahkan Bantuan kepada Warga Terdampak Bencana Longsor di Ciamis

"Jadi budaya mengecek cuaca sekarang harus jadi kebiasaan. Biasanya orang kita hanya menganggap kemarau hujan, kemarau hujan, kalau orang luar negeri tiap hari cek cuaca. Nah, budaya cek cuaca sekarang harus jadi budaya, karena ekstremitas dari hujan hari ini tidak bisa diduga seperti dulu," kata dia.

Ia menuturkan jumlah kejadian atau peristiwa bencana alam di Jawa Barat saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

"Tapi sampai ke hari ini jumlahnya lebih sedikit dari tahun lalu. Per September jika dibandingkan tahun lalu. Mudah-mudahan sampai Desember enggak ada yang lebih parah lagi," kata dia.

Dia mengatakan pramuka pun menjadi penggerak kewaspadaan dan penanggulangan dalam kebencanaan.

Apalagi kini gerakan pramuka semakin aktif di bidang kemasyarakatan.

Baca juga: 2 Rumah di Cianjur Diterjang Longsor, Para Penghuni Berhamburan Keluar, BPBD Catat 6 Titik Bencana

"Di mana ada ladang pahala, di sana ada gerakan pramuka. Apa pun termasuk kebencanaan. Di bawah kepemimpinan sekarang kan sangat aktif ya bisa dimonitor di mana-mana termasuk melantik tadi sehingga Pramuka ada di kepolisian, ada di Angkatan Udara, di mana mana membuat kebaikan sosial ini menjadi sebuah identitas," katanya.

Di sisi lain, katanya, guncangan yang begitu banyak godaan melalui teknologi yang memengaruhi, gerakan pramuka menjadi oase bahwa masyarakat masih punya wadah generasi muda untuk hidupnya bermanfaat. 

"Di mana ada ladang pahala di situ ada gerakan pramuka. Sehingga gerakan pramuka menjadi relevan. Mau urusan ekonomi kreatif, krisis pangan, urusan pemanasan global, pasti direspons. Dan Jabar terbukti paling adaptif salah satunya super apps yang pertama terbesar se-Indonesia dirayakan di Jabar," katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved