Tarif Baru Angkutan Umum di Majalengka Tinggal Tunggu Tanda Tangan Bupati, Pertimbangkan Ini

Penentuan tarif angkutan umum juga harus mempertimbangkan berbagai aspek, salah satunya soal jarak tempuh (kilometer), suku cadang dan lainnya.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Majalengka, Eddy Noor 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Majalengka akan melakukan penyesuaian tarif angkutan umum.

Penetapan tarif baru tersebut tinggal menunggu tanda tangan Bupati.

Kepala Dishub Majalengka, Eddy Noor mengatakan, sejatinya draf tarif baru sudah dilayangkan ke Bupati pada pekan lalu.

Baca juga: Di Daerah Lain Tarif Angkutan Umum Sudah Naik, di Kota Cirebon Masih Tunggu Perwal

Hal itu setelah pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan Organda setempat.

Namun saat itu, Bupati menyarankan agar penyesuaian tarif tersebut didiskusikan kembali dengan OPD terkait.

"Hari ini draf tarif baru akan dilayangkan ke bupati untuk ditandatangani, karena kemarin sebenarnya sudah dinaikkan, catatan Bupatinya harus didiskusikan kembali dengan OPD," ujar Eddy Noor saat ditemui di Gedung Pendopo Majalengka, Selasa (13/9/2022).

Dia menyampaikan, perhitungan tarif baru mengacu pada keputusan Menteri Perhubungan nomor 89 tahun 2002 berkaitan dengan penetapan tarif angkutan dan formulasi tarif angkutan umum.

Penentuan tarif angkutan umum juga harus mempertimbangkan berbagai aspek, salah satunya soal jarak tempuh (kilometer), suku cadang dan lainnya.

"Untuk saat ini, tarif angkutan masih sementara, nah kalau yang sedang berjalan, anak pelajar itu diskresi di lapangan, nah kemarin Bupati menghendaki agar tarif pelajar dimasukkan dalam aturan itu," ucapnya.

Yang membedakan penetapan tarif baru dan saat ini, sambung dia, bahwa tertuju pada sistemnya.

Di mana, penyesuaian tarif baru menggunakan sistem satuan biaya per seat per kilometer.

Baca juga: Harga BBM Naik, Angkutan Umum di Kabupaten Bandung Ikut Naik, Mulai dari Rp 500 hingga Rp 5000

"Jadi nanti misalkan, penumpang naik dari Cigasong ke Majalengka, hitungannya kilometer begitu."

"Kalau sekarang kan sistemnya flat, hanya kesepakatan antara sopir dan penumpang," jelas dia.

Sementara, menurut catatan Dinas Perhubungan Majalengka, ada sekitar 2.500 angkutan umum yang terdaftar.

Dari jumlah itu, hanya ada sekitar 1.000 angkutan umum yang masih beroperasi, di mana sisanya terhenti dengan berbagai alasan.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved