NIK dan Nama Wartawan di KBB Dicatut Partai Politik, Minta Pelaku Dihukum Berat

Nomor induk kependudukan (NIK) dan nama Restu Nugraha Sauqi (32) dicatut partai politik menjelang Pemilu 2024.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Restu Nugraha Sauqi (32) saat menunjukkan nama dan NIK-nya dicatut partai politik yang tertera di Sipol, Selasa (13/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Nomor induk kependudukan (NIK) dan nama Restu Nugraha Sauqi (32), seorang wartawan yang bertugas di Kabupaten Bandung Barat (KBB), dicatut partai politik menjelang Pemilu 2024.

Restu mengatakan, NIK dan namanya itu dicatut untuk dijadikan anggota partai politik.

Dia mengetahuinya setelah iseng melakukan pengecekan melalui website resmi milik KPU yakni https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Cari_nik.

"Awalnya kan saya baca berita dari media online, kalau ingin melihat identitas kita dicatut parpol lihat di Sipol KPU. Pas saya cek, nama saya ada di sana jadi anggota partai," ujar Restu saat ditemui di Padalarang, Selasa (13/9/2022).

Dalam website resmi KPU, kata dia, namanya dicatut sebagai anggota Partai Republiku Indonesia. Padahal dia tidak pernah mendaftar sebagai anggota partai tersebut.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD KBB Orasi Dukung Kenaikan BBM di Hadapan Buruh yang Demo, Ini Pengakuannya

"Partainya memang tidak terkenal, saya juga enggak tahu bagiamana nama saya ada di sana. Saya enggak mau juga gitu jadi anggota parpol," kata warga yang berdomisili di Cipatat, KBB, ini.

Untuk itu, kata dia, partai yang mencatut NIK tersebut harus diberikan tindakan tegas agar ada efek jera karena dari tahun ke tahun kasus seperti ini kerap terulang, bahkan nama temannya juga sudah ada yang dicatut.

"Bagi saya ini menjadi hal yang serius karena data pribadi saya dicatut. Ini bukan soal pelanggaran Pemilu, bagi saya ini pencurian data, jadi partainya harus dihukum seberat-beratnya, enggak cuma nama saya dihapus, karena ini sudah masuk ranah pribadi," ucapnya.

Baca juga: Long March dari Batujajar Demo Tolak Harga BBM Naik di DPRD KBB, Ribuan Buruh Dikawal 250 Polisi

Sebelumnya, Komisioner KPU Bandung Barat, Ripqi Ahmad Sulaeman, mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya ada 12 NIK warga KBB yang sudah dicatut oleh partai politik untuk kepentingan Pemilu tahun 2024 tersebut.

"Betul, sudah ada 12 laporan (pencatutan) NIK KTP yang kita terima. Tapi kami belum bisa memerinci partai apa saja yang mencatut NIK warga Bandung Barat ini," kata Ripqi.

Mengenai hal itu, pihak KPU perlu melakukan klarifikasi, baik kepada pelapor maupun parpol yang diduga mencatut NIK. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved