Hujan Mulai Sering Turun, Warga Diimbau Tak Berteduh di Bawah Pohon atau Reklame saat Hujan

BPBD Sumedang memiliki catatan sejumlah pohon rawan tumbang dan reklame rawan rubuh. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
Istimewa/ BPBD Sumedang
Petugas BPBD Sumedang tengah mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Parigi Lama, Kelurahan Situ, Sumedang Utara, Jumat (18/3/2022). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mengimbau warga yang beraktivitas di jalanan di Sumedang tak berteduh di bawah pohon atau reklame ketika hujan. 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mengimbau warga yang beraktivitas di jalanan di Sumedang tak berteduh di bawah pohon atau reklame ketika hujan

Hal ini untuk menghindari risiko pohon tumbang dan reklame rubuh.

Pasalnya, BPBD Sumedang memiliki catatan sejumlah pohon rawan tumbang dan reklame rawan rubuh. 

"Ya pengemudi kendaraan atau pejalan kaki, jangan berteduh di bawah pohon. Di bawah reklame juga jangan karena reklame rawan rubuh diterpa angin," kata  Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumedang, Adang kepada TribunJabar.id, Selasa (13/9/2022). 

Menurut catatan BPBD Sumedang, di wilayah Sumedang kota saja ada 13 pohon yang rawan tumbang di jalan arteri.

Namun, BPBD tak bisa bertindak sembarangan sebab pengelolaan pohon ada pada lembaga di bawah Kementerian PUPR. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan pengawas jalan nasional. Di wilayah lain seperti di jalan Ciherang-Cigendel, kami bekerja sama dengan Perhutani, TNI, dan Polri untuk melakukan penjarangan pohon-pohon yang terlalu tua," kata Adang. 

Soal reklame, Adang mengatakan pihaknya menemukan reklame dengan bidang yang pecah, baut copot, bahkan tiang tak kokoh. 

"Ini juga menjadi perhatian, reklame rawan rubuh terkena angin. Kami bekerja sama dengan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) yang membawahi urusan reklame ini untuk persoalan ini ditindaklanjuti," kata Adang. 

BPBD Sumedang telah menerima pemberitahuan dari Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa September ini telah menjadi awal musim penghujan tahun 2022. 

Karenanya, BPBD banyak melakukan persiapan, termasuk berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang terkait, dan mengerahkan semua relawan untuk mulai bersiaga.(Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana)
 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved