Dishub Kota Bandung Akan Alihkan Bus Sekolah untuk ASN, Ini kata Pengamat Transportasi

Rencana mengubah skema penggunaan bus sekolah menjadi kendaraan antar jemput para ASN Pemkot Bandung ini, kata dia, sebenarnya sudah lama.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
BUS SEKOLAH- Pemerintah Kota Bandung berencana memanfaatkan bus sekolah antar jemput ASN Pemkot Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pengamat transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono, mengatakan pemanfaatan bus sekolah untuk para ASN Pemkot Bandung diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat agar kembali menggunakan angkutan umum.

Rencana mengubah skema penggunaan bus sekolah menjadi kendaraan antar jemput para ASN Pemkot Bandung ini, kata dia, sebenarnya sudah lama.

"Sebenarnya, ini rencana sejak awal tahun, tapi karena pandemi sampai sekarang belum diterapkan," ujar Sony Sulaksono saat dihubungi Selasa (13/9/2022). 

Ia mengaku sempat diundang rapat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung untuk membahas wacana itu. 

Menurutnya, satu di antara pertimbangan mengubah skema penggunaan bus tersebut lantaran siswa sekolah sudah tidak lagi menggunakan bus untuk berangkat dan pulang ke sekolah.

Baca juga: ASN di Kota Bandung Akan Disediakan Bus Angkutan, Pakai Bus Sekolah yang Tak Terpakai

"Karena sekolah sudah zonasi, siswa juga masuk ke SD atau SMA yang dekat. Bus sekolah jadi tidak terlalu bermanfaat. Muncul ide memanfaatkan jadi bus karyawan yang bisa digunakan setiap hari atau hari tertentu saja," katanya. 

Pemanfaatan bus untuk ASN ini, kata dia, diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat agar mau kembali menggunakan transportasi umum. 

"Jadi, memang harus ada contoh dulu dari pemerintah untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," ucapnya. 

Sony pun berharap, nantinya tidak hanya level staf saja yang menggunakan bus tersebut, melainkan mulai dari wali kota dan kepala dinas.

Baca juga: Tarif Angkutan Umum Naik di Kota Bandung, TMB Diupayakan Pakai Tarif Lama

"Pak Wali bisa aktif di media sosial ketika naik kendaraan umum. Jadi, banyak yang lihat dan pemicu masyarakat pindah akses kendaraan," katanya.

Saat ini, ada tiga bus sekolah yang sudah tidak digunakan. Satu bus, kata Sony Sulaksono, rata-rata dapat menampung sekira 40 penumpang. 

"Dengan tiga bus itu mungkin bisa membawa seratus lebih karyawan, nanti itu disebar ada yang dari timur dan selatan," ujar Sony Sulaksono.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved