Antusiasme Para Pelajar Lestarikan Budaya Sunda, dari Nyanyi Budak Soleh Sampai Pidato Bahasa Sunda

Para siswa Al-Ghifari ini antusias melestarikan kebudayaan Sunda dari mulai bernyanyi sampai berpidato.

Editor: taufik ismail
Istimewa
Penampilan siswi-siswi Sekolah Dasar Plus Al-Ghifari saat membawakan lagu Budak Soleh 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para siswa Al-Ghifari tampak antusias mementaskan berbagai materi seni dengan mengusung tema Penguatan Seni dan Budaya Lokal, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Milad ke-20 Universitas Al-Ghifari (Unfari) Bandung.

Pementasan seni tersebut diawali dengan penampilan siswa-siswi Sekolah Dasar Plus Al-Ghifari yang membawakan lagu Budak Soleh ciptaan Gun Gunawi dan Eddy D Iskandar.

Lagu ini bertemakan keinginan seorang anak untuk menjadi anak saleh.

“Betul, kita sudah lama kehilangan karakter anak-anak yang sesungguhnya. Imbas dari komersialisasi lagu-lagu pop sunda, anak-anak seolah telah kehilangan jadi dirinya dengan terpaksa menyanyikan lagu-lagu yang memang didesain untuk kalangan remaja dan dewasa. Karenanya kita perlu mengenalkan kembali lagu anak-anak yang memiliki pembangunan karakter,” ujar Dr Dadan Rohdiana, selaku Ketua Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Unfari.

Dalam pementasan tersebut, beberapa lagu yang memiliki karakter pembangunan moral juga tampak pada penampilan dua siswi SMP Plus Al-Ghifari yang membawan lagu Jalan Layang. 

Lagu karya Ubun Kubarsah dan Dian Hendrayana ini mengusung tema pembangunan lingkungan demi kecintaannya terhadap tanah air.

Seirama dengan Dadan Rohdiana, budayawan Ubun Kubarsah selaku pencipta lagu menyebutkan sudah sangat lama dunia pendidikan Sunda tidak lagi memiliki lagu peruntukan siswa.

“Di sekolah-sekolah kini kerap terdengar kumandang lagu-lagu dewasa yang secara lirik dan musikal jauh dari pengharapan atas pemenuhan kebutuhan karakter lagu yang sesuai dengan psikologis para siswa. Hal ini tentu saja merupakan preseden buruk bagi dunia pendidikan,” ujar Ubun Kubarsah.

Pementasan dilanjutkan oleh siswa SMP Plus AL-Ghifari yang membawakan puisi berbahasa sunda sebagai implementasi dari pelatihan dan pembinaan yang dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya.

Puisi ini bertemakan ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan etos belajar dan berperilaku santun terhadap sesama. Pembacaan puisi ini pun mengundang decak kagum para hadirin yang hadir.

Berbeda dengan sebelumnya, penampilan seterusnya justru mengundang gelak tawa dari para hadirin.

Seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Al-Ghifari membawakan pidato berbahasa sunda dengan gaya yang kocak hasil dari pelatihan dan juga pembinaan terhadap pemeliharaan budaya lokal. Berbagai istilah dan gaya bahasa yang sudah jarang terdengar, dimunculkan dengan segar.

Di bagian akhir seorang siswa SMA Plus Al-Ghifari membawakan cerita perjuangan orang tua yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Meski terkesan mengharukan, di bagian akhir cerita, siswa SMA ini mampu memberikan hiburan yang menyegarkan melalui dialek-dialek kesundaan yang nyaris punah.

Alhasil, pementasan para siswa di lingkungan Unfari yang merupakan hasil pelatihan budaya lokal ini cukup memberikan nilai tersendiri bagi peningkatan kecintaan terhadap budaya Sunda serta pembangunan karakter bangsa.

Baca juga: Sekolah di Jabar Gelar Lomba Agustusan Bermuatan Lokal, Lomba Bakiak Hingga Lantunkan Lagu Sunda

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved