Gudang Gas Elpiji di Cirebon Digerebek, Gas Melon 'Disedot' untuk Mengisi Gas Nonsubsidi

Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan ribuan tabung gas melon hingga tabung gas elpiji nonsubsidi berukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kg

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman (kedua kiri), beserta jajarannya saat menunjukkan sejumlah barang bukti dalam penggerebekan gudang gas elpiji di Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin (12/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Polresta Cirebon menggerebek gudang gas elpiji di Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin (12/9/2022).

Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan ribuan tabung gas melon hingga tabung gas elpiji nonsubsidi berukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, mengatakan, gudang tersebut digunakan pemiliknya untuk mengisi gas nonsubsidi menggunakan gas melon.

Baca juga: Praktik Oplos Gas Subsidi Diungkap Polres Karawang, Isi Gas Subsidi Disuntikkan ke Tabung Gas 12 Kg

Selanjutnya gas nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram, hingga 50 kilogram yang isinya dari gas melon itu pun dijual ke perusahaan maupun industri.

"Gas elpiji tiga kilogram atau gas melon yang merupakan gas bersubsidi disalahgunakan untuk mengisi gas nonsubsidi," ujar Arif Budiman saat ditemui di lokasi penggerebekan.

Tindakan itu melanggar Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Ia mengatakan, penggerebekan itu berawal dari temuan lapangan yang ditindaklanjuti melalui serangkaian penyelidikan hingga penyidikan.

Bahkan, petugas Satreskrim Polresta Cirebon pun harus mengobservasi aktivitas di gudang tersebut selama kira-kira dua pekan sebelum akhirnya menggerebeknya.

"Dalam penggerebekan ini, kami menemukan 704 tabung gas melon kosong dan 433 gas melon masih ada isinya," kata Arif Budiman.

Selain itu, pihaknya juga menemukan 13 tabung gas ukuran 5,5 kilogram dan 242 tabung gas ukuran 12 kilogram yang sudah terisi dari gas melon.

Menurut dia, barang bukti lainnya ialah 86 tabung gas ukuran 50 kilogram, 934 tutup segel gas, 26 selang regulator, alat timbang, buku catatan, surat jalan, nota pembelian, dan dua lembar laporan harian.

Baca juga: Praktek Oplos Gas LPG Ilegal di Bandung Terungkap, Dijual Lebih Murah, 2 Orang Diamankan

Arif menyampaikan, satu unit mobil bak L300 berpelat nomor E 8714 XY dan satu unit truk berpelat nomor B 9002 SDB yang diduga digunakan untuk pengiriman gas LPG juga turut diamankan.

"Seluruh barang bukti dari hasil penggerebekan tersebut diamankan ke Mapolresta Cirebon untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," ujar Arif Budiman.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved