Bawaslu Kabupaten Bandung Anggap Politik Uang Adalah Isu Klasik yang Sangat Sulit Dibuktikan

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bandung masih menyoroti kemungkinan terjadinya politik uang pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Istimewa
Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardia, menilai politik uang adalah hal klasik yang sudah dibuktikan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bandung masih menyoroti kemungkinan terjadinya politik uang pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Politik uang ini akan menjadi isu klasik, tapi pembuktiannya bukan main sulitnya. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kami kesulitan mendapatkan saksi-saksi untuk mengungkap itu," kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardia, saat dihubungi Tribun Jabar, Senin (12/9/2022).

Hedi mengungkapkan, pihaknya kerap hanya bisa merasakan dan mencium bahwa ada permainan money politics, tapi pembuktiannya susah. 

"Jadi memang kita juga berharap kerja sama semua pihak termasuk masyarakat untuk menyadari itu. Masalah itu (politik uang), mungkin bukan hanya di Kabupaten Bandung, tapi seluruh Indonesia masih seperti itu kondisinya," kata Hedi.

Baca juga: Golkar Depok Targetkan 11 Kursi DPRD di Pemilu 2024, Perkuat Militansi

Di sisi lain, kata Hedi, memang sebenarnya masyarakat berhak menerima seperti itu, apalagi kalau memang butuh. 

"Tapi dari sisi kacamata penegakan hukum, kan tidak boleh seperti itu, baik pemberi dan penerima akan sama kena," kata ujar dia.

"Kadang sebagian masyarakat, uangnya diterima dianggap rezeki. Tapi kalau milihnya terserah dia. Jadi uangnya diterima milihnya gimana nanti," tuturnya.

Sebenarnya, kata Hedi, hal seperti itu juga tidak benar jika di mata hukum.

Baca juga: PKB Indramayu Gelar Pendidikan Kader, Semangati Kader Menangi Pemilu & Jadikan Gus Muhaimin Presiden

"Nah, ini, mengubah mindset ini, yang harus kita lakukan bersama-sama. Bukan hanya dari penyelenggara Pemilu, Bawaslu, dan KPU, melainkan juga parpol harus berperan. Seharusnya semuanya memberikan pencerahan politik yang baik, untuk masyarakat," kata dia.

Hedi mengatakan, mau sampai kapan praktik seperti itu terus terjadi.

"Pada akhirnya, yang dipertaruhkan adalah bangsa, ya, kalau seperti itu, itu lah tantangan terbesar," ucapnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved