Wabup Sahrul Gunawan

Terus Tersenyum Meski Kakinya Berkali-kali Hampir Terinjak Ibu-ibu yang Berebut Selfie

Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan hanya bisa tersenyum dan merelakan tubuhnya terimpit saat ratusan ibu-ibu menyerbunya dan mengajaknya swafoto

Penulis: Arief Permadi | Editor: Arief Permadi
TRIBUN JABAR
Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan, memenuhi permintaan swafoto warga saat mengikuti jalan santai bertajuk Gerakan Wakaf Jalan Lingkungan yang digelar di RW 26 Kompleks Griya Mitra, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (11/9). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan hanya bisa tersenyum dan merelakan tubuhnya terimpit saat ratusan ibu-ibu yang menunggunya di bawah panggung langsung mengerubutinya, mengajaknya ber-selfie. Sambil terus tersenyum menghadap kamera, berkali-kali ia mengangkat kakinya agar tak terinjak dan terseret-seret.

"Selfie dulu A Arul, punten, punten," teriak seorang ibu sambil merangsek, mendekat, dan langsung memiringkan kepalanya hingga nyaris menyender di pundak Wakil Bupati. Tak cukup sekali, ia pun mengubah gaya. Senyumnya terus mengembang.

Terpaut satu-dua meteran, ibu-ibu lainnya juga sibuk ber-selfie beraneka gaya, meski tak beruntung bisa langsung bersebelahan dengan Wabup.
"Yang penting ada A Arulnya. Kapan lagi. Kirain enggak akan datang," cetus ibu berkerudung cokelat muda, sambil kembali mencari posisi yang lebih pas untuk mengambil foto.

Tiba di gerbang Kompleks Griya Mitra, di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (11/9) pagi, kedatangan Wabup Sahrul Gunawan memang sudah dinanti. Warga mengundangnya ikut serta dalam Gerakan Wakaf Jalan Lingkungan, yang kemarin dikemas dalam kegiatan jalan santai.

Ketua RW 26, Desa Cinunuk, Yudha Negara, mengatakan gerakan ini mereka lakukan karena jalan-jalan yang rusak di kompleks mereka sudah rusak dan tak kunjung diperbaiki. Pihak developer sudah angkat tangan untuk membiayai perbaikan jalan, sementara pemerintah daerah tak bisa menurunkan anggarannya karena jalan kompleks belum diserahterimakan kepada pemerintah daerah untuk menjadi fasilitas umum.

Yudha mengatakan, hal ini menjadi lingkaran setan karena pemerintah pun tak mau menerima penyerahan aset jalan yang dalam keadaan rusak.

"Untuk memutus lingkaran setan itu, satu-satunya jalan adalah menggalang dana secara swadaya. Kami berharap pemerintah bisa melihat upaya yang kami lakukan dengan penuh kesungguhan ini sehingga bisa mempercepat pengalihan status jalan di kompleks ini," ujar Yudha di sela acara.

Ketua pelaksana kegiatan, Herri Heryadi, mengatakan jalan santai dalam rangka Gerakan Wakaf Jalan Lingkungan ini adalah yang keduakalinya mereka selenggarakan. Kali pertama, ujarnya, mereka lakukan tahun 2019 lalu. Saat itu, untuk menggalang dana mereka menjual kupon yang nilai per kuponnya Rp 10 ribu dengan target terjual dua ribu kupon.

"Namun, hasilnya ternyata melebihi target sehingga dapat kami pergunakan seluruhnya untuk mengecor jalan mulai dari gerbang kompleks sejauh sekitar 80-an meter," ujar Herri.

Pada Gerakan Wakaf Jalan Lingkungan yang kedua ini, ujar Herri, mereka menargetkan perolehan 4.000 kupon dengan harga per kuponnya Rp 25 ribu.

"Alhamdulillah ini pun melebihi target. Dari 4.000 kupon itu kami berhasi menjual 3.600-an kupon. Namun, pada hari H, Pak Wabup bukan saja memborongnya, tapi melebihkan nilainya menjadi Rp 10 juta," ujar Herri seraya mengucapkan terima kasihnya kepada warga, para donatur, panitia, dan tak ketinggalan Taruna Karya RW 26 Cinunuk yang sudah bekerja keras menyukseskan gerakan amal ini.

Selain Wabup Sahrul Gunawan, jalan santai di Kompleks Griya Mitra juga dihadiri anggota DPRD Jabar Ahmad Hidayat dan anggota DPRD Kabupaten Bandung, Riki Ganesa, keduanya dari Fraksi Golkar. Tak mau kalah, Ahmad Hidayat juga spontan menyumbang Rp 10 juta.

"Mudah-mudahan bermanfaat," kata Ahmad.

Ditemui di sela-sela acara, Kepala Desa Cinunuk, Edi Juarsa, mengaku bangga sekaligus terharu dengan tekad dan kebersamaan warga di wilayahnya ini. "Kami dari kewilayahan tentu akan ikut dan terus mendorong agar keinginan warga di RW 26 Desa Cinunuk ini segera menjadi kenyataan," ujarnya.

Acara jalan santai kemarin juga diramaikan dengan pemberian aneka doorprize, mulai kipas angin, kulkas, kepingan emas, hingga sepeda motor.
"Semua hadiah dalam doorprize ini adalah sumbangan dari para donatur, sehingga semua dana yang terkumpul dari acara ini bisa kami gunakan sepenuhnya untuk pengecoran jalan sepanjang 190 meter di ujung kompleks," ujar Herri semringah. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved