Produk Kerajinan Berbahan Bambu Karya Disabilitas di Bandung Barat ''Banjir'' Pesanan

Kepala Dinas Sosial Bandung Barat, Sri Dustirawati, mengatakan, sejak awal penyandang disabilitas tersebut memiliki potensi untuk berkembang

Dokumentasi Dinsos KBB
Para penyandang disabilitas di Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat memproduksi kerajinan berbahan bambu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Kreatifitas dari sejumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai berkembang hingga menghasilkan produk kerajinan (craft) UMKM berkualitas.

Hasil karya para penyandang disabilitas itu laku di pasaran sehingga mereka bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinas Sosial Bandung Barat, Sri Dustirawati, mengatakan, sejak awal penyandang disabilitas tersebut memiliki potensi untuk berkembang karena punya kemampuan dalam membuat produk kerajinan berbahan bambu.

"Sekarang pesanan mereka sudah banyak, tinggal bisa kejar target untuk memenuhi pesanan. Jadi, saya optimistis bahwa pendapatan disabilitas ini bisa semakin semakin meningkat," ujarnya saat dihubungi, Minggu (11/9/2022).

Produk craft karya dari 20 penyandang disabilitas di Bandung Barat itu di antaranya gelas, botol minuman, tempat makanan dan lain-lain. Dari semua produk mereka itu semuanya berbahan bambu.

Baca juga: Produk UKM Jabar Mencuri Perhatian di Pameran Kerajinan Terbesar Korea, Pameran Handarty Korean

"Kami sepakat menggunakan instruktur Pirage Awi yang semua sudah tahu ya, karena produknya sudah ekspor juga dan dipesan di beberapa negara. Selain itu, dengan bambu kita juga bisa menjaga lingkungan," kata Sri.

Sementara untuk terus meningkatkan pendapatan para penyandang disabilitas itu, Dinas Sosial telah membentuk program planet kreatif disabilitas melalui pelatihan Bamboo Art yang berkolaborasi dengan BUMN yang ada di Bandung Barat.

"Itu sebagai upaya untuk pemulihan perekonomian karena selama ini Bandung Barat ini salah satu wilayah yang masuk kategori kemiskinan ekstrem di Jawa Barat," kata Sri.

Ia mengatakan, diadakannya program tersebut untuk meningkatkan kualitas produk disabilitas, membangun jejaring lintas stakeholder untuk promosi dan penjualan produk berupa craft yang diproduksi oleh mereka.

"Alhamdulillah BUMN membantu dari sisi instruktur agar keterampilan mereka meningkat. Mereka juga memberi bahan baku, serta memfasilitasi pameran, mengelola manajemen sistem wirausaha, dan manajemen keuangan,"  ucapnya.

Menurutnya, upaya tersebut dilakukan supaya produk hasil karya dari penyandang disabilitas ini tidak sampai terbengkalai karena sulit dipasarkan, padahal karyanya sangat menjanjikan.

"Jadi, kita membangun network-nya supaya mereka gak stuk, tapi mudah-mudahan bisa berkelanjutan mulai dari produksinya, hingga jaringan promosi," ujar Sri.

 

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved