Koalisi Pilkada 2018 Kota Sukabumi Potensi Pecah, Partai Demokrat Siap Rebut Kursi Wali Kota

Koalisi Pemilihan wali kota dan wakilnya di PKS dan Demokrat Pilkada 2018 potensi pecah menjelang Pemilu 2024.

Tribunjabar.id / Dian Herdiansyah
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi M Muraz (tengah), Andri Hamami Wakil Wali Kota Sukabumi (kiri), dan Ketua Fraksi Demokrat Maming Surita siap merebut kursi wali kota pada Pilkada 2024. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Koalisi Pemilihan wali kota dan wakilnya di PKS dan Demokrat Pilkada 2018 potensi pecah menjelang Pemilu 2024.

Koalisi PKS dan Demokrat pada pilwakot 2018 mengusung Achmad Fahmi dan Andri Setiawan menang melawan dua pasangan calon lainya.

Terbaru, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi, Moch. Muraz, secara tegas akan merebut kursi wali Kota Sukabumi di Pilkada atau Pilwakot 2024.

Baca juga: VIDEO Ketua KPK Usulkan Kampanye Hingga Saksi di Pilkada Dibiayai Negara

Bahkan Demokrat sendiri, sudah menyiapkan tokoh dari kader partai untuk memimpin Kota Sukabumi kedepan.

"Kita targetkan untuk pemilu dan Pilkada 2024 Demokrat yang kembali memimpin Kota Sukabumi.
"Demokrat pernah jadi pemenang pemilu dan Pilkada di Kota Sukabumi," ungkap Muraz, Jumat (9/9/2022), saat ditemui di Kantornya di Cibeureum Kota Sukabumi.

Muraz berharap dengan target pemenangan di pemilu legislatif dan untuk merebut kemenangan di Pilkada nanti mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

"Tentunya harapannya masyarakat biasa berkoalisi dengan demokrat. Ada kader yang sudah siap maju jadi kepala daerah" ucapnya.

Sementara itu, Andri Hamami kader Partai Demokrat yang saat ini menjadi wakil Wali Kota Sukabumi, menyebut target partainya hari ini sangat luar biasa.

"Ya target kita optimistis menang di pileg 2024 nanti. Sehingga demokrat tidak hanya menjadi wakil tapi mampuh jadi Wali Kota," ujarnya, kepada Tribunjabar.id.

Saat disinggung terkait dirinya akan maju di Pilkada 2024, dirinya akan membuktikan terlebih dahulu dengan kinerjanya yang hari ini masih menjadi wakil wali kota.

"Siap tidak siap harus siap. Kebijakannya ada di partai. Apalagi di pilegnya 10 kursi kenapa tidak," ucap Andri.

Andri pun, enggen berspekukasi lebih jauh terkait dirinya yang akan maju atau tidaknya menjadi calon wali kota dari demokrat.

"Kita buktikan dulu kepada kader-kader visi-misi Kota hari ini menciptakan religius, nyaman dan sejahtera.

"Tentunya sejahtera itulah yang harus dirasakan kader demokrat kepada masyarakat sekarang dalam kondisi belum pulihnya ekonomi," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved