Keluarga TKW Cianjur yang Sudah Meninggal Belum Terima Haknya, Kemenaker Didesak Panggil Perusahaan

Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaharuan Cianjur mendesak Kemanker RI memanggil PT Duta Putra Banten, terkait hak almarhumah pekerja migran.

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Ketua DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur Ali Hildan. Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaharuan Cianjur mendesak Kemanker RI memanggil PT Duta Putra Banten, terkait hak almarhumah pekerja migran. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaharuan (Astakira) Kabupaten Cianjur mendesak Kementerian Tenaga Kerja RI memanggil PT Duta Putra Banten, terkait hak almarhumah pekerja migran, Ani Suryani (50) yang belum jelas.

Seperti diketahui jenazah Ani, TKW asal Cianjur sudah 10 hari dimakamkan di Jati Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

Namun hingga saat ini pihak keluarga masih belum menerima hak selama bekerja di Saudi Arabia.

"Kami minta Kemenaker RI memanggil PT Duta Putra Banten selaku perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) almarhumah, kami minta hak dari almarhumah diberikan kepada keluarga pasalnya melihat PT tersebut SIUP nya masih aktif dan diduga masih memasok PMI untuk Timur Tengah," ujar Ketua Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan, ditemui di kantor Astakira Jalan Pramuka, Jumat (9/9/2022).

Ia mengatakan, sebelum kedatangan jenazah Ani, Astakira telah berupaya dengan mengkonfirmasi pihak P3MI PT Duta Putra Banten perihal pemberangkatan tenaga kerja wanita tersebut.

Sebelumnya Ani Suryani (50) Seorang Pekerja Migran Indonesia, meninggal di rumah sakit di Abu Dhabi dan dipulangkan oleh Pemerintah Indonesia.

Dua anak TKW menangis histeris menyambut jenasah ibunya yang pulang dam keadaan meninggal dunia
Dua anak TKW menangis histeris menyambut jenasah ibunya yang pulang dam keadaan meninggal dunia (Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin)

"Jawaban sementara katanya PMI tersebut overstay, namun kami Astakira Cianjur mendapat data bahwa PMI diberangkatkan oleh P3MI hasil laporan dan penelusuran BP2MI pusat," katanya.

Ali mengatakan, Astakira juga kebingungan ketika ditanya pihak keluarga apakah PMI tersebut ada haknya atau tidak.

Menurutnya, P3MI selaku pihak yang memberangkatkan almarhumah tak bisa lepas dari tanggung jawab.

Baca juga: TKW Asal Cianjur Pulang dalam Keadaan Meninggal Dunia, Sang Anak Menangis Histeris di Atas Peti Mati

"Kami melihat P3MI tersebut telah melanggar undang-undang tentang perlindungan pekerja migran. Sepengetahuan saya selama dua tahun harus mengontrol dan mengawasi PMI yang dikontrak, ketika ada penambahan kontrak P3MI harus melaporkan ke KJRI dimana PMI ditempatkan," katanya.

Ali mengatakan, pihaknya juga sudah melayangkan surat kepada Kementerian Tenaga Kerja RI agar memanggil PT Duta Putra Banten. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved