Kasus Ferdy Sambo

2 Perwira Polisi Polda Metro Terseret Kasus Ferdy Sambo, Dipecat Atau Dimutasi, Ditentukan Malam Ini

AKBP Jerry Raymond Siagian dan AKBP Pujiyarto, 2 perwira polisi Polda Metro Jaya terseret kasus Ferdy Sambo. Nasibnya ditetukan sidang etik malam ini.

Editor: Kisdiantoro
Kompas.com
AKBP Jerry Raymond Siagian dan Irjen Ferdy Sambo. AKBP Jerry Raymond Siagian, Wadirkrimum Polda Metro Jaya, akan menjalani sidang kode etik pada Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Dua polisi Polda Metro Jaya terseret kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo.

Keduanya adalah Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian dan eks Kepala Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Kasubdit Renakta) Polda Metro AKBP Pujiyarto.

Mereka sore ini menjalani sidang kode etik Polri untuk menetukan nasibnya, dipecat atau lolos dari pelanggaran kode etik.

Sidang komisi kode etik Polri (KKEP) digelar untuk kasus obstruction of justice terhadap pengusutan kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca juga: KASUS FERDY SAMBO, Wadirkrimum Polda Metro Jaya Dijadwalkan Jalani Sidang Etik Hari Ini

Keduanya dianggap tidak profesional dalam menangani kasus kematian Brigadir J.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, tindakan tidak professional itu berkaitan dengan penanganan dua laporan istri mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo.

 “Menyangkut tindak ketidakprofesionalan di dalam penanganan laporan polisi ya.

Ada dua laporan polisi. Satu laporan polisi terkait masalah pengancaman atau percobaan pembunuhan dan pelecehan seksual. Terkait dua LP itu ya,” ucap Dedi di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Dua laporan polisi yang dimaksudkan Dedi yakni laporan pengancaman disertai upaya pembunuhan terhadap Bharada Richard Eliezer (Bharada E) dan laporan dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan Putri Candrawathi.

Kedua laporan itu terdaftar di Polres Metro Jakarta Selatan tanggal 9 Juli 2022.

Baca juga: VIRAL, Kisah Pasutri Beri Nama Bayinya yang Baru Lahir Perdi Sambo, Begini Alasan dan Harapannya

Kedua laporan polisi lalu dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Hingga akhirnya ditangani oleh Bareskrim Polri. 

Bareskrim Polri lalu menyatakan bahwa kedua laporan itu dihentikan karena tidak ditemukan unsur pidana.

Penyidik tim khusus juga menyebut dua laporan itu adlah upaya untuk mengaburkan fakta sebenarnya dari peristiwa terbunuhnya Brigadir J.

“Ini yang ditangani, yang bersangkutan tidak profesional dan LP tersebut oleh Bareskrim sudah diberhentikan,” tutur dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved