Jokowi Ditunggu 2500 Warga Bandung, Tapi Tidak Datang, Menteri Berkumis yang Sampaikan Kabar Baik

Mewakili Jokowi, Menteri Hadi Tjahjanto serahkan sertifikat tanak kepada perwakilan 2500 warga Bandung penerima sertifikat.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Kisdiantoro
Tribunjabar.id/Lutfi A Mauludin
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional  (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto, didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Raja Juli Antoni, menyerahkan sertifikat kepada warga Kabupaten Bandung, Kamis (8/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Awalnya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang akan menyerahkan langsung sertifikat tanah, kepada perwakilan 2500 penerima sertifikat, di GOR Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (8/9/2022).

Namun ternyata yang datang Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional 
(ATR/BPN), Hadi Tjahjanto, didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Raja Juli Antoni.

Menurut Hadi, pembagian setifikat tanah hasil program program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Jawa Barat ini, sebanyak 2500 sertifikat.

"Seyogyanya bapak Presiden yang hadir, namun karena sesuatu hal sehingga memerintahkan kepada saya," kata Hadi, setelah memberikan sertifikat kepada perwakilan penerima.

Baca juga: Emak-emak Bandung Kecele Jokowi Batal ke Batujajar, Padahal Sudah Siapkan Atribut

Dari 2500 pernerima sertifikat, secara simbolis, Hadi, menyerahkan sertifikat secara langsung kepada 10 orang penerima sertifikat.

Penerima sertipikat kali ini, yaitu dari Kabupaten Purwakarta sebanyak 320 sertifikat, Kabupaten Bandung sebanyak 500 sertifikat, Kota Bandung Sebanyak 400 sertifikat, Kabupaten Sumedang 150 
sertifikat, Kota Cimahi 130 sertifikat, dan Kabupaten Bandung Barat 1.000 sertifikat.

"Penyerahan sertipikat tanah merupakan komitmen pemerintah untuk mempercepat pendaftaran tanah 
di Indonesia," kata Hadi.

Dari informasi yang didapat, total bidang tanah di seluruh Indonesia adalah sekitar 126 juta bidang, 
dan seluruhnya harus didaftarkan serta disertipikasi. Hingga saat ini, telah terdaftar 81,5 juta bidang 
atau setara 64 persen dari total bidang 126 juta bidang.

Hadi menjelaskan, sertifikat tanah memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah yang dimiliki masyarakat. 

Baca juga: Bakar Ban saat Demo di Kantor DPRD Cimahi, Mahasiswa Minta Jokowi Turunkan Harga BBM

"Dengan terbitnya sertipikat tanah tersebut, maka sudah jelas letak, luas, dan nama pemilik tanah. Selain 
itu, terbitnya sertifikat tanah dapat meminimalisir sengketa pertanahan, dan akan mengurangi ruang 
gerak mafia tanah," ucapnya.

Manfaat lain dari sertipikat tanah, kata Hadi, yaitu dapat dijaminkan ke lembaga keuangan formal sebagai modal kerja atau usaha.

"Sertifikat bisa disekolahkan tapi harus dengan kalkulasi dan perhitungan matang, kalau untuk modal usaha, silahkan boleh. Tapi jangan sampai menyekolahkan sertifikat, hanya untuk membeli motor," ujarnya seraya bergurau, yang disambut tawan dan tepuk tangan dari masyarakat yang hadir.

Dengan demikian, menurutnya, diharapkan taraf perekonomian masyarakat dapat meningkat.


 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved