Harga BBM Naik

Harga BBM Naik, Angkutan Umum di Kabupaten Bandung Ikut Naik, Mulai dari Rp 500 hingga Rp 5000

Banyak pertimbangan untuk tarif baru ini, pertama BBM jelas naik, kemudian menyangkut biaya operasional kendaraan yang komponennya juga banyak

Tribun Jabar/ Lutfi Ahmad Mauludin
ILUSTRASI- Angkot diparkir di sisi jalan Kopo-Soreang, tepatnya di Soreang di dekat Komplek Pemda Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menyusul harga BBM naik, tarif angkutan umum di Kabupaten Bandung, telah disesuaikan, kenaikannya mulai dari Rp 500 hingga Rp 5000.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Iis Ratna Komala, mengungkapkan, di Kabupaten Bandung sebetulnya terdapat 77 trayek angkutan umum.

"Kenaikan tarif, kata dia, tak bisa disamaratakan pada semua trayek, karena setiap trayek punya karakter masing-masing," kata Iis, di Soreang, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Dampak Kenaikan BBM Sudah Dirasakan Sopir Angkot di Cimahi, Pengeluaran Jadi Membengkak

Iis menjelaskan, banyak pertimbangan untuk tarif baru ini, pertama BBM jelas naik, kemudian menyangkut biaya operasional kendaraan yang komponennya juga banyak, seperti biaya tetap dan biaya tidak tetap.

"Baik upah pengemudi, setoran, administrasi, pajak, sampai biaya servis," ujar Iis.

Namun menurut Iis, tarif angkutan umum harus murah.

"Kalau tidak, penumpang otomatis surut karena kondisinya seperti ini, mau gak mau, kami dorong tarif naik dulu," kata dia.

Iis memaparkan, pertimbangannya, seperti jarak, tarif existing, load factor (muatan/penumpang), sampai posisi servis kendaraan juga di dipertimbangkan, pihaknya tak bisa menyatakan kenaikan tarif mencapai berapa persen, karena berbeda-beda.

Kenaikan tarif kata Iis, berada di antara Rp 500 sampai Rp 5.000. Apabila dirata-ratakan, tarifnya sebesar Rp 2.515 per 17,78 kilometer.

Iis mengatakan, kenaikan tarif terendah di trayek Ciparay - Majalaya, kenaikannya Rp 500, jadi tarif maksimalnya Rp 6.500, dengan jarak 5 kilometer.

Polres Karawang Gandeng Ojek Online untuk Bagikan Bantuan kepada Sopir Angkot dan Tukang Becak

"Sedangkan kenaikan tertinggi untuk trayek Ciwidey-Dewata, Rp 5000, jadi tarif maksimal Rp 30.000 dengan jarak 35 kilometer," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved