Direktur RSU di Ciamis Mengadu ke Bawaslu, Namanya Dicatut Parpol dan Tercatat Jad Anggota

Total ada 28 pengaduan yang masuk ke Bawaslu Ciamis mengenai pencatutan identitas oleh parpol.

Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Andri M Dani
Kantor Bawaslu Ciamis, Jawa Barat. Foto diambil Jumat (26/8/2022). Bawaslu Ciamis membuka pos pengaduan bagi warga yang namanya dicatut menjadi anggota Parpol. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Menyusul maraknya isu pencatutan identitas baik nama maupun NIK oleh parpol yang bertebaran di Sistem Informasi Parpol (Sipol), Bawaslu Ciamis membuka pos pangaduan.

Warga Ciamis yang merasa identitasnya dicatut oleh parpol tertentu, bisa mengadu langsung ke Bawaslu Ciamis atau mengadu secara online dengan mengisi form aduan pencatutan identitas.

Menurut Komisioner Bawaslu Ciamis, Jajang Miftahudin, sampai Rabu (7/9/2022) sudah ada 28 pengaduan yang masuk. Baik yang dilakuakan secara online melalui akun Bawaslu Ciamis maupun yang datang langsung ke Bawaslu Ciamis.

“Sampai hari ini sudah ada 28 aduan dari warga yang merasa identitasnya dicatut parpol dan terdata di Sipol,” ujar Komisioner Bawaslu Ciamis, Jajang Miftahudin, kepada TribunJabar.id, Rabu (7/9/2022).

Ke-28 aduan warga Ciamis yang merasa identitasnya dicatut oleh parpol tertentu tersebut menurut Jajang sudah dimasukkan dalam Google Form ke Bawaslu RI dan KPU RI.

Dari 28 aduan tersebut diantaranya adalah Direktur RSU yang PNS tapi identitasnya dicatut oleh parpol tertentu.

Juga ada pendamping PKH maupun P3K yang merasa namanya dicatut oleh parpol.

“Pelapor atau pengadu awalnya hanya coba-coba mengecek Sipol apakah nama dan NIK mereka ada yang mencatut. Begitu mengetahui identitasnya tercantum sebagai anggota Parpol dan ber-KTA. Kaget juga, akhirnya memilih mengadu ke Bawaslu,” katanya.

Perbuatan mencatut identitas tersebut menurut Jajang jelas perbuatan pidana yang bisa merugikan orang  yang identitasnya dicatut tersebut.

“Masa ada PNS tiba-tiba namanya tercatat sebagai anggota parpol ber-KTA. Jelas akan merugikan orang bersangkutan. Bisa merepotkan,” ungkap Jajang.

Menindak lanjuti pengaduan warga tersebut, Bawaslu Ciamis tidak hanya mengakseskan informasinya sampai ke tingkat Bawaslu dan KPU pusat.

Tetapi juga melakukan mediasi antaar warga yang merasa dirugikan dengan parpol yang mencatut identitasnya tersebut.

“Mungkin dengan mediasi, bisa diketahui di mana terjadinya kebocoran data. Sehingga identitas seseorang bisa dicatut oleh parpol,”  imbuhnya.

Sebelumnya Bawaslu Ciamis juga menemukan 3 nama warga yang sudah meninggal tapi masih terdaftar sebagai anggota parpol. Dan itu terlacak dari Sipol.

Baca juga: Bawaslu Kabupaten Bandung Temukan Keanggotaan Ganda di Parpol Calon Peserta Pemilu 2024

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved