Derita Nelayan di Subang, Sudah Harga BBM Naik, Kini Tak Bisa Melaut karena Cuaca Ekstrem

Kesulitan nelayan ditengah cuaca ekstrem selama 2 hari ini, juga diperparah lagi oleh kenaikan harga BBM yang sangat memberatkan para nelayan

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Ahya Nurdin
Nelayan Pantura Subang tak bisa melaut akibat Cuaca Ektrem diberikan bantuan sembako oleh Polisi, buruh dan mahasiswa 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Cuaca Ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah Jawa Barat sejak Rabu(7/9/2022) hingga hari ini, Kamis(8/9/2022), juga dirasakan dampaknya oleh para nelayan di wilayah pesisir Utara Subang.

Para nelayan hari ini tak bisa melaut, bahkan ada yang nekad melaut juga tak membuahkan hasil dikarenakan faktor cuaca yang sangat ekstrem hujan yang melanda dua hari terakhir ini.

Hujan yang mengguyur selama 2 hari tak henti-henti membuat nelayan kesulitan mencari ikan. Hingga nelayan tak mendapatkan ikan satupun, dan akhirnya tak memiliki penghasilan.

Baca juga: Polisi di Garut Antarkan Paket Sembako Hingga ke Tengah Laut, Bantu Para Nelayan

Kesulitan nelayan ditengah cuaca ekstrem selama 2 hari ini, juga diperparah lagi oleh kenaikan harga BBM yang sangat memberatkan para nelayan

"Akibat cuaca ekstrem, sudah 2 hari melaut tak membuahkan hasil, hujan terus mengguyur wilayah pesisir pantai Pondok Bali sehingga nelayan tak bisa melaut dan sekalipun memaksakan melaut tak mendapatkan ikan," ucap Carwita, salah seorang nelayan di desa Mayangan Kec.Legonkulon Kab.Subang, Kamis(8/9/2022)

Dikatakan Carwita, selain tak bisa melaut akibat dua hari cuaca ekstrem melanda, diperparah lagi dengan adanya kenaikan harga BBM yang sangat memberatkan bagi nelayan.

"Saat ini nelayan membeli solar per liter diagen nelayan seharga Rp 8.500 per liter, padahal awalnya hanya Rp 7.000, sehingga sangat memberatkan bagi nelayan di tengah kesulitan mencari ikan,"Katanya

"Kalau stok BBM sendiri sekalipun naik, namun stoknya aman tersedia,"imbuhnya

Untuk membantu meringankan beban para nelayan akibat cuaca ektrim dan kenaikan BBM, Jajaran Polres Subang, elemen buruh, dan mahasiswa ikut turun ke lapangan memberikan bantuan sembako kepada para nelayan.

Nelayan begitu antusias mendapatkan bantuan paket sembako dari Polres Subang. Mereka mendapatkan paket sembako langsung diterima di atas perahu saat bersandar di muara sungai di wilayah Desa Mayangan.

Menurut Kapolres Subang, AKBP Sumarni, pemberian bantuan paket sembako dilakukannya bersama jajaran Polres Subang, Polsek Legonkulon, buruh, mahasiswa dan LSM dalam rangka membantu ratusan nelayan yang terdampak kenaikan harga BBM subsidi jenis solar dan cuaca ektrim di dua hari terakhir ini.

Baca juga: BBM Naik, Sule dan Nelayan di Palabuhanratu Sukabumi Bingung, Modal Bertambah, Pendapatan Menurun

"Bantuan sembako untuk meringankan beban nelayan di tengah naiknya harga BBM subsidi dan cuaca ekstrem dalam 2 hari ini. Sembako yang dibagikan kepada nelayan sebanyak 300 paket yang dibagikan langsung di atas perahu," Kata AKBP Sumarni

Bantuan tersebut, kata AKBP Sumarni, agar dimanfaatkan sebaik mungkin oleh nelayan dan keluarganya.

"Semoga bantuan yang kami berikan bermanfaat dan meringankan beban para nelayan. Sebab tadi para nelayan juga banyak mengeluh, melaut tak mendapatkan ikan karena cuaca hujan, sehingga Meraka tak punya penghasilan hari ini," ucap AKBP Sumarni.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved