Tarif Bus AKAP di Cirebon Naik, Penumpang Protes Karena Naik sampai Rp 60 Ribu

Sejumlah penumpang tampak mengeluhkan kenaikan tarif bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Harjamukti Kota Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ravianto
ahmad imam baehaqi/tribunjabar
Penumpang saat membeli tiket di loket bus AKAP Terminal Harjamukti, Jalan Ahmad Yani, Kota Cirebon, Selasa (6/9/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sejumlah penumpang tampak mengeluhkan kenaikan tarif bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Harjamukti Kota Cirebon.

Hal tersebut merupakan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi termasuk solar yang menjadi bahan bakar bus menjadi Rp 6800 perliter dari sebelumnya Rp 5150 perliter.

Rima Yulianti (33), penumpang bus tujuan Malang, mengaku sempat kaget saat membeli tiket bus yang hendak dinaikinya dari Terminal Harjamukti.

Bahkan, ia pun menelepon kantor pusat PO bus tersebut untuk menanyakan kebenaran kenaikan tarif yang saat ini telah diberlakukan.

"Saya protes, karena kenaikan tarifnya mencapai Rp 60 ribuan," ujar Rima Yulianti saat ditemui di Terminal Harjamukti, Jalan Ahmad Yani, Kota Cirebon, Selasa (6/9/2022).

Ia mengatakan, kantor pusat PO bus itu pun mengonfirmasi kenaikan tarif rute Cirebon - Malang yang mencapai lebih dari 20 persen tersebut.

Padahal, Rima masih meNggunakan bus yang sama untuk pulang ke Kota Udang dari Malang pada awal September 2022 dan tarifnya masih Rp 260 ribu perorang.

Kini, ia harus membayar Rp 320 ribu untuk kembali ke Malang meski tetap merasa keberatan karena kenaikan tarifnya cukup signifikan.

"Saya cukup keberatan, karena harga solarnya hanya naik Rp 1650 perliter, tapi kenaikan tarif busnya tinggi sekali," kata Rima Yulianti.

Baca juga: Tarif Baru Bus di Terminal Harjamukti Pasca-BBM Naik, Cirebon-Surabaya Rp 285 Ribu, Tegal Rp 45 Ribu

Sementara Khaerul Izan (35), penumpang bus tujuan Tegal, menyampaikan, tidak terlalu terkejut melihat kenaikan tarif bus yang akan dinaikinya bersama keluarga.

Namun, ia tetap keberatan, karena cukup sering menggunakan bus rute Cirebon - Tegal hampir setiap minggunya untuk pulang ke kampung halamannya.

Sebab, pihaknya mengakuu selisih tarif lama dan tarif baru untuk bus langganannya rute Cirebon - Tegal hampir mencapai 30 persen.

"Awalnya Rp 35 ribu, dan sekarang tarifnya menjadi Rp 45 ribu. Kalau dihitung kenaikannya cukup tinggi, tapi karena dekat jadi enggak terasa," ujar Khaerul Izan.(Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi)

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved