Harga BBM Naik

Tarif Baru Bus di Terminal Harjamukti Pasca-BBM Naik, Cirebon-Surabaya Rp 285 Ribu, Tegal Rp 45 Ribu

PO bus di Terminal Harjamukti menaikkan tarif setelah harga BBM naik akhir pekan lalu.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Penumpang saat membeli tiket bus AKAP di loket PO Sugeng Rahayu di Terminal Harjamukti, Jalan Ahmad Yani, Kota Cirebon, Selasa (6/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Buntut kenaikan harga BBM bersubsidi membuat tarif bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, naik.

Bahkan, kenaikan tarif bus AKAP di terminal itu pun mencapai 30-an persen.

Hal tersebut tidak terlepas dari harga solar yang sebelumnya Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter.

Petugas PO Sugeng Rahayu, Edi Supriyadi, mengatakan, kenaikan tarif bus tersebut hampir diterapkan oleh seluruh PO yang beroperasi di Terminal Harjamukti.

Menurut dia, PO Sugeng Rahayu sendiri menerapkan tarif baru untuk bus AKAP sejak Minggu (4/9/2022) atau sehari setelah pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM bersubsisi termasuk solar.

"Untuk PO kami, rata-rata kenaikan tarifnya berkisar antara 25 persen hingga 30 persen," kata Edi Supriyadi saat ditemui di Terminal Harjamukti, Jalan Ahmad Yani, Kota Cirebon, Selasa (6/9/2022).

Ia mengatakan, perbedaan tarif tersebut disesuaikan rute, kelas, dan fasilitas yang tersedia di setiap busnya, misalnya AC atau non-AC, serta ketersediaan toilet.

Pihaknya menyebut, besaran tarif baru yang ditetapkan PO Sugeng Rahayu untuk rute Cirebon-Tegal dari sebelumnya Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu per orang.

Selain itu, rute Cirebon-Solo menjadi Rp 155 ribu perorang dari sebelumnya Rp 120 ribu, kemudian rute terjauh adalah Cirebon-Surabaya yang tarifnya menjadi Rp Rp 285 ribu per orang.

"Tarif rute Cirebon-Surabaya semula Rp 220 ribu, dan ini merupakan rute paling jauh yang dilayani PO Sugeng Rahayu di Terminal Harjamukti," ujar Edi Supriyadi.

Edi menyampaikan, pada dasarnya PO Sugeng Rahayu tidak ingin menaikkan tarif bus yang dipastikan bakal mengecewakan para penumpang setianya.

Namun, hal itu terpaksa diterapkan demi jalannya perusahaan dan menyesuaikan kenaikan harga solar yang secara otomatis membuat biaya operasional bertambah.

"Kami ingin tetap melayani penumpang meski harga BBM bersubsidi naik, tetapi perusahaan juga tidak bisa rugi, sehingga terpaksa menaikkan tarif," kata Edi Supriyadi.

Baca juga: PT KAI Juga Akan Naikkan Tarif KA Eksekutif dan KA Bisnis, Buntut Kenaikan Harga BBM

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved