Pertama di Indonesia, Berani Coba Tanam Alat Untuk Sembuhkan Disfungsi Ereksi, Kini Ada di Bandung

Menurut Dokter Urologi Melinda Hospital 2, ada pengobatan dengan pembedahan menanamkan penile prosthesis (alat untuk membantu ereksi) ke dalam penis

TRIBUNJABAR.ID/PUTRI PUSPITA
Menurut Dokter Spesialis Urologi Melinda Hospital 2, Kuncoro Adi, dr.,Sp.U(K), ada pengobatan dengan pembedahan menanamkan penile prosthesis (alat untuk membantu ereksi) ke dalam penis untuk menyembuhkan disfungsi ereksi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tahukah Anda bahwa disfungsi ereksi atau impotensi adalah ketidak mampuan seorang pria untuk mendapatkan atau memulai dan mempertahankan ereksi penis.

Ada berbagai pengobatan yang bisa dilakukan. Dokter Spesialis Urologi Melinda Hospital 2, Kuncoro Adi,dr.,Sp.U(K) menjelaskan, ada pengobatan dengan pembedahan menanamkan penile prosthesis atau penile implant (alat untuk membantu ereksi) ke dalam penis pasien.

WHO mencatat sekitar 15 persen pria dari seluruh dunia terkena kelainan disfungsi ereksi.

Sementara itu studi yang dilakukan di Departemen Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2019, prevalensi disfungsi ereksi pada group pria berusia 20 – 80 tahun cukuplah tinggi, berkisar pada 35 persen kasus.

Prevalensi disfungsi ereksi berhubungan dengan pertambahan usia, penyakit diabetes mellitus, penyakit jantung kardiovaskular, hipertensi, dan penyakit prostat.

Dokter Spesialis Urologi Melinda Hospital 2, Kuncoro Adi,dr.,Sp.U(K) menjelaskan pengobatan impotensi atau disfungsi ereksi pria cukup beragam.

"Ada yang menggunakan obat-obatan, terapi hormonal, dan ada juga alat bantu mekanik dan rehabilitasi medis," ujarnya saat ditemui di Melinda Hospital, Jalan Dr Cipto No 1, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Laki-laki Lebih Rentan Terjadi Disfungsi Ereksi Jika Terpapar Covid-19? Ini Kata dr Andi Khomeini

Jika dengan pengobatan tetap tidak sembuh, Kuncoro mengatakan ada pilihan terakhir yang bisa membantu untuk membuat ereksi, yaitu dengan pengobatan dengan pembedahan menanamkan penile prosthesis atau penile implant (alat untuk membantu ereksi) ke dalam penis pasien.

Pada kasus impotensi atau disfungsi ereksi yang diakibatkan oleh trauma daerah panggul dan penis, kata Kuncoro kelainan priapismus dan kelainan persarafan dan pembuluh darah, biasanya membuat terjadi impotensi yang bersifat permanen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved