Konsumen POM Mini Kabur Gara-gara Harga 1 Liter Rp 17 Ribu, Pembeli Pilih Antre di SPBU

Penjual bensin eceran, Fadli (32) mengatakan mau tidak mau ia pun menaikan tarif harga bensin di tempatnya.

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ravianto
putri puspita/tribunjabar
Fadli penjual bensin eceran di daerah Banjaran. Foto diambil Selasa (6/9/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pom bensin mini di daerah Banjaran, Kabupaten Bandung pun mengalami kenaikan harga terkait dengan naiknya harga BBM yang diumumkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Sabtu (3/9/2022) sore hari.

Seorang pedagang bensin eceran di Banjaran, Fadli (32) mengatakan mau tidak mau ia pun menaikkan tarif harga bensin di tempatnya.

"Saya juga mulai menaikkan harga meskipun pembeli berkurang drastis akibat kenaikan ini," ujar Fadli saat ditemui di warungnya, Selasa (6/9/2022).

Bensin  yang dijual oleh Fadli pun hanya menghadirkan jenis Pertamax saja karena tidak boleh menjual jenis Pertalite.

Akibatnya adalah pembeli yang datang justru memilih tidak jadi karena harga yang dijual cukup mahal dari biasanya.

"Biasanya sebelum harga BBM naik, saya bisa jual 4 jeriken, kalau sekarang hanya terjual 1 jeriken saja," ujar Fadli.

Dalam 1 jeriken Fadli menjelaskan berisi 25 liter, sehingga ia mengalami penurunan drastis karena biasanya mampu menjual hingga 100 liter per harinya.

"Sebelum naik harganya Rp 15.000 sekarang dijual Rp 16.500-17.000," ujarnya.

Namun kebanyakan pembeli justru membatalkan pembelian karena mencari BBM jenis Pertalite.

Pembeli bensin eceran asal Banjaran, Iwan (38)  mengatakan dengan harga Rp 17.000 per liter memang cukup menguras kantong.

"Saya lebih baik antre panjang di pom  bensin untuk membeli Pertalite karena bisa hemat Rp 7.000," ujar pegawai bangunan ini.

Namun jika keadaan mendesak dan harus membeli saat itu juga, mau tidak mau Ia akan membeli Pertamax di warung eceran dekat rumahnya ini.

Sementara itu harga bensin non subsidi Pertamax di pom bensin yang mulanya Rp 12.500 per liter kini menjadi Rp 14.500 per liter.

Sedangkan harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter.

Selain harga BBM Pertalite, kenaikan Solar bersubsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved