Kabar Gembira Bagi Tukang Ojek di Sumedang, Bakal Dapat BLT DTU dari Pemkab, Sopir Angkot Kebagian?

Pemkab Sumedang akan mengalokasikan 2 persen DTU untuk BLT setelah harga BBM naik.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat diwawancara di IPP, Selasa (6/9/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebut telah medapatkan perintah mengalokasikan sebanyak 2 persen anggaran dari Dana Transfer Umum (DTU) untuk bantuan langsung tunai (BLT). 

DTU merupakan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI nomor PMK 134/2022 dana ini dialokasikan 2 persen untuk BLT periode September-Desember 2022. 

Pengalokasian untuk BLT ini bersifat wajib. 

Yang menjadi sasaran BLT adalah tukang ojek, sopir angkutan umum, nelayan, hingga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

"Ya, BLT 2 persen dari daerah untuk ojek dan sebagainya," kata Dony Ahmad Munir di Sumedang, Selasa (6/9/2022). 

Selain menaati PMK 134/2022 itu, Bupati juga menyiapkan skema untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM bersubsidi dengan cara menggelar operasi pasar murah. 

"Operasi pasar sudah ada skemanya, berkaitan dengan dampak kenaikan BBM, kami sediakan social service," kata Dony. 

Pelayanan sosial tersebut bisa dalam bentuk yang beragam, selain BLT, juga penyediaan jaring pengaman sosial dan penyelamatan ekonomi. 

"Kami sudah rapatkan," katanya.

Baca juga: Buruh Sumedang Menolak Kenaikan BBM, Apalagi Gaji Tak Akan Naik, Kondisi Lagi Pada Susah

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved