Rumah Dirusak Angin Puting Beliung, Tiga Orang di Bandung Nyaris Tertimpa Batu Bata yang Berjatuhan

Rumah Tia satu di antara yang rusak berat akibat diterjang angin puting beliung di Desa Mekar Saluyu dan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Tia Darma (35) beserta anak dan istrinya, hampir tertimpa tembok rumah mereka yang roboh akibat diterjang angin puting beliung di Desa Mekar Saluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (5/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Tia Darma (35) beserta anak dan istrinya, hampir tertimpa tembok rumah mereka yang roboh akibat diterjang angin puting beliung di Desa Mekar Saluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (5/9/2022).

Rumah Tia satu di antara yang rusak berat akibat diterjang angin puting beliung di Desa Mekar Saluyu dan Cimenyan.

Atap atau genting rumah mereka tersapu oleh angin puting beliun. Bahkan, batu bata dinding rumah di bagian belakang pun berjatuhan. 

Saat itu, Tiah berada di rumah bagian belakang. Ia pun sempat memanggil istrinya, Ponirah (33) dan anak mereka Nabila (6) untuk diam bersamanya di bagian belakang karena di tempat itu dirasa aman.

"Saya panggil istri dan anak karena atap kamar dan depan sudah terlihat terbang tersapu angin. Pas istri dan anak datang, tahu-tahu batu bata berjatuhan," ujar Tia saat ditemui di rumahnya.

Beruntung, ucapnya, batu bata yang berjatuhan tak menimpanya bersama istri dan anaknya.

Baca juga: Angin Puting Beliung Robohkan Spanduk Besar di Sukabumi, Warga pun Berlari ke Pinggir Jalan

"Saat itu, saya sangat panik, langsung saja istri dan anak diajak ke luar rumah. Yang penting bisa selamat saja, pas di luar pak RT mengajak untuk berteduh di rumahnya," kata Tia.

Ia sekeluarga pun berteduh bersama di kediaman rumah ketua RT apalagi angin puting beliung itu disusul hujan deras.

"Barang-barang di rumah basah kehujanan, tapi saya tak memikirkan barang, yang penting bisa selamat saja. Saat hujan, saya kembali ke rumah, hanya untuk mematikan listrik karena takut korsleting," ujarnya.

Semua barang di rumahnya terguyur hujan lantaran atap rumah sudah tersapu angin. "Kasur, lemari, semuanya basah. Untuk sementara, atasnya ditutupi terpal dulu," katanya.

Saat Tia bersama istrinya sedang membereskan rumahnya, Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan, mengunjungi mereka.

Tia sekeluarga terlihat kaget dan bingung saat Sahrul Gunawan tiba di rumah itu. Sahrul menanyakan kerusakan rumah itu dan mengucapkan rasa bela sungkawa kepada keluarga Tia.

Baca juga: Wilayah Cimenyan Bandung Diamuk Angin Puting Beliung, Lebih dari 100 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

"Saya dan istri juga kaget, enggak nyangka Pak Sahrul datang ke sini. Saya senang, sangat berterima kasih Pak Sahrul telah menyempatkan diri datang ke rumah," kata Tia.

Ia rumah itu bisa kembali diperbaiki seperti semula. "Mudah-mudahan ada rezeki dan bantuan dari pemerintah," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, 26 rumah dan 8 warung di Desa Mekar Saluyu rusak akibat diterjang angin puting beliung

Sedangkan di Desa Cimenyan, terdapat 121 rumah, 5 warung, dan 1 masjid yang rusak disapu angin puting beliung

Di Desa mekar Saluyu, terdapat 2 rumah yang mengalami rusak berat, termasuk rumah Milik Tia. Di Desa Cimenyan, tak rumah ada yang mengalami rusak berat.

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved