Razia Hotel Melati dan Warung Remang-remang, Satpol PP Kota Cirebon Jaring 21 Orang

Sebanyak 21 orang terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Satpol PP Kota Cirebon, Minggu (4/9/2022) malam.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
DOK. SATPOL PP KOTA CIREBON
Petugas Satpol PP Kota Cirebon saat menggelar razia pekat di satu hotel kelas melati di Jalan Sukalila, Kota Cirebon, Minggu (4/9/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sebanyak 21 orang terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Satpol PP Kota Cirebon, Minggu (4/9/2022) malam.

Dalam razia yang melibatkan unsur TNI-Polri itu, petugas tampak mendatangi sejumlah hotel kelas melati yang diduga kerap didatangi pasangan bukan suami istri.

Mereka terlihat mengetuk satu per satu pintu kamar penginapan dan meminta penghuninya untuk menunjukkan kartu identitas.

Saat mendapati pasangan pria dan wanita, petugas langsung meminta mereka menunjukkan buku ataupun dokumen nikahnya.

Pasangan yang tidak dapat menunjukkan surat maupun dokumen nikah terlihat langsung digelandang ke Kantor Satpol PP Kota Cirebon untuk diperiksa lebih lanjut.

Selain itu, petugas juga menyisir warung remang-remang di kawasan Jalan Sukalila, Jalan Siliwangi, hingga Jalan Ahmad Yani, Kota Cirebon.

Baca juga: Indekos Disewa Per Jam untuk Asusila, Satpol PP Cirebon Gelar Razia, Jaring 11 Pasangan Bukan Muhrim

Kasi Bina Trantibum Satpol PP Kota Cirebon, Yoga Pramono, mengatakan, dari 21 orang yang diamankan, 14 di antaranya merupakan pasangan bukan suami istri.

Namun, pihaknya memastikan orang-orang yang terjaring razia tersebut merupakan wajah baru.

Dia tak mendapati orang yang pernah terjaring razia serupa sebelumnya.

"Untuk tindakan selanjutnya akan diputuskan setelah penyidik Satpol PP merampungkan pemeriksaan," kata Yoga Pramono saat ditemui seusai kegiatan.

Baca juga: Razia di Malam Minggu, Polisi Amankan Puluhan Botol Miras di Cicurug Sukabumi

Dia mengatakan, razia pekat digelar secara rutin dan turut melibatkan instansi terkait untuk menjaga kondusivitas wilayah Kota Cirebon.

Pihaknya mengakui, sasaran utama dalam razia pekat kali ini ialah pemberantasan praktik asusila di hotel kelas melati se-Kota Cirebon.

"Razia pekat ini semata-mata untuk memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat serta menjaga ketertiban di Kota Cirebon," ujar Yoga Pramono. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved