Jokowi Minta Pemerinta Daerah Perhatikan Pengemudi Angkot, Ojol, dan Nelayan, Ini Caranya

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), meminta pemerintah daerah memperhatikan pengemudi angkutan umum, ojek online (ojol), dan nelayan.

Editor: Giri
Tangkap layar tayangan Kompas TV
Presiden Jokowi baru saja mengumumkan kenaikan harga BBM Pertalite, Solar, dan Pertamax. Jokowi minta pemerintah memperhatikan sopir angkot, ojek online, dan nelayan. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), meminta pemerintah daerah memperhatikan pengemudi angkutan umum, ojek online (ojol), dan nelayan.

Caranya adalah menyalurkan anggaran sebesar dua persen dari Rp 2,17 triliun untuk mereka.

Anggaran sebesar Rp2,17 triliun tersebut merupakan dana transfer umum daerah, dan diharapkan dapat membantu masyarakat yang terimbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Jokowi mengatakan sudah memerintahkan kepada pemerintah daerah.

Hal itu dikatakan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Sabtu (3/9/2022) siang.

Di hari yang sama, pemerintah menyesuaikan harga tiga jenis BBM, yakni Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Harga pertalite naik dari Rp 7.650 per liter disesuaikan menjadi Rp 10 ribu per liter, Solar bersubsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Menurut Jokowi, keputusan ini terpaksa dilakukan lantaran melonjaknya harga minyak dunia yang mengakibatkan pembengkakan anggaran subsidi BBM.

Baca juga: NAIK Kemarin, Ini Daftar Harga BBM Baru di Seluruh Indonesia

Pemerintah, lanjut dia, telah berupaya sekuat tenaga melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia dengan menggunakan subsidi dari uang negara.

Namun, tak dapat dimungkiri itu berimbas pada meningkatnya anggaran subsidi dan kompensasi BBM.

Pada tahun 2022, anggarannya meningkat tiga kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun.

Angka ini diprediksi masih akan terus mengalami kenaikan.

Menurutnya, 70 persen subsidi BBM justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu yang memiliki mobil pribadi.

Baca juga: Ini Suara Hati Mahasiswa Setelah Pemerintah Menaikkan Harga BBM, Dinilai Bukan Langkah Tepat

Padahal, uang negara seharusnya diprioritaskan untuk memberikan subsidi ke masyarakat kurang mampu.

"Dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit," ujar Jokowi.

"Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian," kata dia. (kompas.tv)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved