Miris, Murid Tiga Kelas di SDN Binawarga Cianjur Terpaksa Ngampar di Teras Luar Kelas untuk Belajar

Murid di tiga kelas di SDN Binawarga terpaksa belajar ngampar di luar kelas.

Istimewa
Bangunan SDN Binawarga yang rusak dan murid harus belajar di lantai alias ngampar. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Lebih parah dari belajar ngampar di dalam kelas di SDN Karyasakti, Desa Salamnunggal, murid tiga kelas di SDN Binawarga, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur harus belajar di teras halaman kelas karena tiga ruangan rusak dan atap langit-langit nyaris ambruk.

Kondisi akan lebih parah jika hujan turun, air hujan yang tersapu angin akan masuk ke teras di mana para murid belajar.

SDN Binawarga bertetangga desa dengan SDN Karyasakti.

Kepala SDN Binawarga, Saripudin Maman, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung sejak kegiatan belajar mengajar tatap muka berlangsung setelah belajar online di masa pandemi Covid-19.

"Kami utamakan yang kelas 1,2, dan 6. Kelas enam akan ujian jadi diprioritaskan agar belajarnya fokus di dalam kelas, sementara tiga kelas belajar di teras," ujar Saripudin melalui sambungan telepon, Sabtu (3/9/2022).

Saripudin mengatakan, saat ini hujan sudah mulai jarang turun pagi sehingga murid bisa belajar di teras tanpa gangguan air hujan.

"Kalau musim hujan kasihan anak-anak kena cipratan air hujan," ujarnya.

Saripudin mengatakan, ia baru dua bulan menjabat sebagai kepala sekolah sehingga ia belum mengetahui kapan terakhir bangunan sekolah tersebut tersentuh rehabilitasi atau perbaikan pembangunan.

"Tiga ruang kelas sudah sangat rusak parah, makanya untuk menjaga agar tak terjadi hal yang tak diinginkan kelas 3, 4, dan 5 belajar di luar. Kondisi sudah seperti itu sejak masuk belajar tatap muka," ujarnya.

Saripudin mengatakan, sekolah juga tak punya ruang guru dan tak punya kantor perpustakaan.

Pihaknya terpaksa menggunakan ruangan kelas untuk kantor guru.

Saripudin mengatakan, kerusakan sekolahnya sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Sepengetahuannya data kerusakan sudah masuk dapodik.

"Kata guru di sini terkahir rehabilitasi tahun 2013 namun persisnya saya kurang hafal," katanya.

Ia berharap, sebelum musim hujan turun ruangan yang rusak sudah bisa diperbaiki, sehingga kondisi hujan yang selalu mengkhawatirkan murid bisa teratasi.

"Harapan kami seperti itu Pak, khawatir musim hujan kelas belum diperbaiki, kerusakan bisa bertambah parah lagi. Tentu guru di sini juga berharap punya ruang kelas yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar," katanya.

Saripudin mengatakan, tiga kelas murid di SDN Binawarga yang saat ini belajar ngampar di teras luar sekitar 50 orang murid.

Baca juga: Bukan Hanya SDN Karyasakti, Total 1.000 Ruang Kelas Rusak di Cianjur Menanti Perbaikan

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved