Ribuan Ruang Kelas SD di Cianjur Rusak, Butuh Rp 90 Miliar untuk Memperbaiki

Data terakhir yang dihimpun Dinas Pendidikan ada sekitar 1.000 lebih bangunan ruangan kelas yang rusak.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ravianto
ferri amiril/tribun jabar
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Ganjar Ramadan bersepeda saat meninjau saran infrastruktur di sejumlah titik di Kabupaten Cianjur 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ganjar Ramadhan, meminta eksekutif segera membuat perencanaan perbaikan dan alokasi anggaran untuk perbaikan seribu lebih ruang kelas rusak di Kabupaten Cianjur.

Ruang kelas yang rusak itu merupakan ruang kelas di Sekolah Dasar. Data terakhir yang dihimpun Dinas Pendidikan ada 1.000 lebih bangunan ruangan kelas yang rusak.

Jika dihitung per ruangannya Rp 90 juta, maka untuk perbaikan bangunan sekolah dasar yang rusak butuh anggaran Rp 90 miliar.

"Ternyata bukan hanya inftastruktur jalan saja yang rusak sebagai penunjang kenaikan indeks pembangunan manusia (IPM) di kabupaten cianjur, ternyata banyak sekolah yang rusak dan perlu segera di perbaiki," ujar Ganjar di Cianjur, Jumat (2/9/2022).

Ganjar mengatakan, kondisi kerusakan bangunan ruangan sekolah termasuk urgen dan perlu perbaikan segera.

Mengingat banyak efek negatif yang bisa saja timbul dari sekolah yang rusak dan tetap dipaksakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Mulai dari kesehatan murid, kualitas pemberian materi pelajaran, sampai dengan daya serap yang bisa saja kurang fokus dari para muridnya.

Sebagai ketua wakil rakyat di Kabupaten Cianjur, Ganjar meminta eksekutif untuk memanfaatkan semua potensi yang ada jika APBD masih kekurangan untuk memperbaiki 1.000 lebih sekolah rusak tersebut.

"Ini untuk terselenggaranya belajar mengajar di sekolah tersebut, maka dari itu saya mendorong Pemkab Cianjur khususnya Dinas pendidikan harus bisa merencanakan pembangunan dan pengalokasian dananya dengan sebaik- baiknya," ujar Ganjar.

Ganjar meminta selain sumber anggaran dari APBD, Dinas juga melihat potensi anggaran dari dana alokasi umum dan dana alokasi khusus pusat.

Selain itu ada potensi corporate sosial responsibility dari perusahaan-perusahaan besar yang ada di Cianjur dan bisa membantu perbaikan sarana pendidikan seperti bangunan ruang sekolah yang rusak.

"Iya banyak potensi anggaran yang bisa digali baik itu dari DAU/DAK bahkan sumber lainnya selain APBD Yaitu corporate sosial responsibility, sumbangan komunitas, donasi dan lain sebagainya. Dalam hal ini yang penting bisa menunjang perbaikan sekolah rusak yang ada di Kabupaten Cianjur," katanya.(fam)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved