Breaking News:

Perilaku LSL Dominasi Temuan Kasus Baru HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon Periode Januari-Juni 2022

Dari total 197 kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon selama periode Januari-Juni 2022, sebanyak 46 kasus merupakan kategori LSL.

DOKUMENTASI TRIBUN BALI
illustrasi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat perilaku laki-laki seks laki-laki (LSL) mendominasi dalam temuan kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL) mendominasi dalam temuan kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon.

Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Cirebon, dr Lukman Denianto, mengatakan, temuan kasus baru dari kategori LSL mencapai 23,35 persen.

Menurut dia, dari total 197 kasus baru HIV/AIDS yang ditemukan di Kabupaten Cirebon selama periode Januari-Juni 2022, sebanyak 46 kasus di antaranya merupakan kategori LSL.

Baca juga: 20 Kasus Baru HIV/AIDS per Bulan Ditemukan di Majalengka, Ada 4 Komunitas dengan Risiko Terbesar

Bahkan, pihaknya pun sempat terkejut melihat tingginya temuan kasus baru dari kategori tersebut yang membuat potensi perilaku LSL di Kabupaten Cirebon cukup tinggi.

"Enggak menyangka, karena angkanya cukup tinggi, tetapi melihat data tahun lalu ternyata LSL mendominasi juga dari temuan kasus baru," kata Lukman Denianto saat ditemui di Dinkes Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (2/9/2022).

Ia mengatakan, dari jumlah temuan 232 kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon selama 2021, kategori LSL mendominasi hingga mencapai 83 kasus.

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dari populasi kunci yang diskrining oleh Dinkes Kabupaten Cirebon. Bahkan, tidak menutup kemungkinan temuan kasus baru di tahun ini bakal bertambah.

Pihaknya pun mengaku khawatir apabila jumlah kasus HIV/AIDS dari kategori LSL di tahun ini meningkat dibanding total kasus yang ditemukan pada tahun lalu.

"Padahal, kami bersama komunitas dan relawan terus menyosialisasikan serta mengedukasi bahaya HIV/AIDS secara masif," ujar Lukman Denianto.

Baca juga: Murid SD yang Terpapar HIV di Cianjur Sangat Tergantung pada Donatur

Lukman menyampaikan, kesadaran mencegah penyebaran HIV/AIDS harus menjadi tugas dan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

"Ini PR bagi kita semua dalam menekan angka kasus melalui edukasi dan sosialisasi untuk mengubah perilaku seks tidak aman," kata Lukman Denianto.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved