Sadar Kebun di Kota hanya Sedikit, Soraya Cassandra Pilih Kembangkan Kebun Kumara

Soraya mengatakan Kebun Kumara ini muncul karena keresahannya akan lingkungan dan ingin tetap berkarya sekaligus memberikan manfaat untuk sekitar.

Tribun Jabar/ Putri Puspita
Soraya Cassandra saat talkshow di acara peluncuran Trubacco di Darjeeling 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berkebun menjadi salah satu hal yang jarang dilakukan oleh masyarakat terutama generasi milenial maupun gen z.

Ketertarikan untuk menanam tanaman dan berinteraksi langsung dengan alam dan melihat proses tanaman tumbuh pun bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Apalagi di zaman yang sudah serba instan, masyarakat cenderung sudah terbiasa mendapatkan hasil dengan cepat.

Baca juga: Motor dan Pengendara Terpental ke Kebun, 3 Korban yang Ditabrak Truk di Cianjur Teridentifikasi

Berani untuk keluar dari zona nyaman dan memulai kehidupan baru justru dipilih oleh Soraya Cassandra yang sebelumnya bekerja sebagai pegawai kantoran, sekarang justru memilih untuk berkebun dengan nama Kebun Kumara.

Soraya mengatakan Kebun Kumara ini muncul karena keresahannya akan lingkungan dan ingin tetap berkarya sekaligus memberikan manfaat untuk sekitar.

Ia melihat di luar negeri gerakan semacam ini dikenal dengan sebutan permaculture atau tentang kearifan lokal yang selaras dengan alam.

“Permaculture sebetulnya adalah bagaimana manusia tradisional hidup, tapi diadaptasi lagi oleh manusia modern. Sebenarnya hal ini udah dilakuin di masyarakat tradisional Indonesia," ujar Sandra saat bincang-bincang dalam peluncuran Trubacco di Darjeeling Restaurant, Jalan Sersan Bajuri, Selasa (30/8/2022).

Dalam proses pengembangan Kebun Kumara, Sandra justru melihat sebuah fenomena baru terutama dalam masa Pandemi Covid-19.

Saat orang-orang hanya beraktivitas di rumah saja, ia justru melihat banyak yang melek akan berhubungan dengan alam seperti menanam pohon.

Baca juga: Keji, Suami Habisi Nyawa Istri Pakai Parang Saat Berkebun, Hanya Gara-gara Korban Tolak Ajakan Ini

"Orang-orang beralih membuat kebun di rumah dan menyadari bahwa kiblat dunia modern saat itu nggak menemukan kedamaian yang terjebak dalam situasi yang stressful," kata Sandra.

Ketika ingin bersentuhan dengan alam, masyarakat perkotaan juga sadar bahwa di kota itu kurang alam.

Sandra juga melihat bahwa berkebun memiliki nilai yang penting untuk dirinya dan juga anak-anak.

Bersama Kebun Kumara, Sandra juga mengadakan berbagai macam pelatihan seperti membuat ecobrick dan menanam tanaman di rumah.

Dalam acara ini, pemilik brand lokal asal Bandung Maternal Disaster, Vidi pun menceritakan prosesnya membangun usaha clothing.

“Semua berjalan sangat natural, tidak ada ambisi tertentu, tapi berawal karena kecintaan terhadap underground music," kata Vidi.

Puluhan tahun berjalan, hubungan mutual antara komunitas dan Maternal Disaster menjadikan brand ini bertahan dan semakin kuat.

Selain berbincang dengan para pengusaha muda, Trubacco by Dose juga memperkenalkan sensasi aroma tembakau yang tebal dan menthol.

Baca juga: Sapi di Desa Lubuk Kembali Dimangsa Harimau, Warga Diimbau Tak Berkebun Sendirian

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved