Perempuan Pengusaha Jadi Donatur, Tiap Bulan Bantu Belasan Murid SD Cianjur yang Tertular HIV/AIDS

Ia bersyukur ada donatur tetap dari perempuan pengusaha Cianjur yang mengikhlaskan sebagian harta untuk keperluan belasan murid SD yang positif HIV

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Cianjur, H Hilman, menyatakan ada donatur untuk belasan murid SD tertular HIV/AIDS . 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Belasan murid SD di Kabupaten Cianjur yang tertular HIV/AIDS dari orangtua mendapatkan,  donasi dari dermawan untuk keperluan setiap bulan.

Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Cianjur, H Hilman, mengatakan anggaran yang digelontorkan oleh Pemkab Cianjur hanya Rp 75 juta per tahun. Dana tersebut digunakan untuk operasional pegawai KPA dan sosialisasi.

Ia bersyukur ada donatur tetap dari perempuan pengusaha Cianjur yang mengikhlaskan sebagian harta untuk keperluan belasan murid SD yang kini tertular HIV/AIDS tersebut.

"Alhamdulillah ada donatur tetap setiap bulan untuk keperluan belasan anak yang terpapar HIV/AIDS, kalau mengandalkan anggaran pasti tak akan cukup," katanya.

Hilman mengatakan, saat ini Kemensos juga sedang melakukan asesmen dengan mengunjungi rumah para ODHA (orang dengan HIV/Aids) anak tersebut.

Baca juga: 550 Warga Bandung Barat Mengidap HIV/AIDS, Terbanyak di Kelompok Lelaki Suka Lelaki

“Ini tentu hal positif untuk mereka sehingga pemerintah melalui pihak kementerian bisa tahu hal apa saja yang sangat dibutuhkan anak-anak itu,“ kata Hilman.

Pasalnya, selama ini mereka hanya bergantung pada donasi pihak swasta yang digagas KPA Cianjur.

“Karena mereka berasal dari keluarga tidak mampu, statusnya juga yatim piatu sehingga perlu diperhatikan dan dibantu dengan nyata,“ ujarnya.

Menurutnya, salah satu kebutuhan mendesak mereka adalah asupan gizi yang seimbang untuk menjaga kondisi kesehatan.

“Sejauh ini kondisi mereka sehat, konsumsi obat (ARV) jalan dan terus kita pantau,“ ujar Hilman.

Sebelumnya diberitakan, 12 murid sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, positif HIV/AIDS.

ODHA (orang dengan HIV/Aids) anak-anak ini terjangkit virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini dari orangtuanya.

Mereka merupakan murid kelas 5 dan 6 yang tersebar dibeberapa sekolah dengan rata-rata usia 10 dan 12 tahun.

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved