Sepertiga Wilayah Pakistan Tenggelam Direndam Banjir, Sudah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang

Hujan monsun meningkat dua kali lipat di Pakistan sejak bulan Juni menenggelamkan sepertiga wilayah Pakistan

Editor: Ravianto
CNN INTERNASIONAL
Seorang penduduk desa menggunakan dipan untuk menyimpan barang-barang yang dapat digunakan setelah menyelamatkan dari rumahnya yang dilanda banjir di Jaffarabad, Pakistan, pada akhir Agustus 2022. 

TRIBUNJABAR.ID, KARACHI - Hujan monsun meningkat dua kali lipat di Pakistan sejak bulan Juni menenggelamkan sepertiga wilayah Pakistan menimbulkan korban jiwa lebih dari 1.000 orang dan kerusakan yang masif.

Banjir menyapu sebagian besar tanaman penting dan merusak atau menghancurkan lebih dari satu juta rumah.

Pemerintah Pakistan memperkirakan kerugian dari bencana banjir bandang yang melanda negara itu mencapai 10 miliar dolar AS.

Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (30/8/2022) banjir bandang akibat hujan dengan intensitas lebat yang melanda Pakistan, menewaskan sedikitnya 1.000 orang, merusak beberapa bangunan dan infrastruktur di negara tersebut.

Menteri perubahan iklim Pakistan, Sherry Rehman menyebut banjir itu sebagai bencana kemanusiaan terparah dalam dekade ini.

"Secara harfiah, sepertiga dari wilayah Pakistan telah tergenang air.” kata Rehman.

Pemandangan dari udara ini menunjukkan daerah pemukiman yang terendam banjir setelah hujan monsun lebat di provinsi Balochistan pada 29 Agustus 2022. - Jumlah korban tewas akibat banjir monsun di Pakistan sejak Juni telah mencapai 1.136, menurut angka yang dirilis pada 29 Agustus oleh Otoritas Manajemen Bencana Nasional negara itu. (Photo by Fida HUSSAIN / AFP)
Pemandangan dari udara ini menunjukkan daerah pemukiman yang terendam banjir setelah hujan monsun lebat di provinsi Balochistan pada 29 Agustus 2022. - Jumlah korban tewas akibat banjir monsun di Pakistan sejak Juni telah mencapai 1.136, menurut angka yang dirilis pada 29 Agustus oleh Otoritas Manajemen Bencana Nasional negara itu. (Photo by Fida HUSSAIN / AFP) (Photo by Fida HUSSAIN / AFP)

“Kami belum pernah melihat yang seperti ini." tambahnya.

Sementara itu, Menteri perencanaan Pakistan, Ahsan Iqbal menilai banjir yang melanda Pakistan baru-baru ini merupakan yang terburuk.

"Sejauh ini kita telah kehilangan 1.000 nyawa manusia. Kerusakan hampir mencapai satu juta rumah," kata Iqbal.

Baca juga: Warga Pakistan yang Habisi Nyawa Janda di Tasik Itu Ternyata Mantan Suami Korban

"Penduduk benar-benar kehilangan mata pencaharian mereka sepenuhnya." imbuhnya.

Menurut Iqbal, diperlukan waktu lima tahun untuk membangun kembali dan merehabilitasi Pakistan.

Selain kerusakan bangunan, Pakistan juga dihadapkan pada bencana kekurangan pangan akibat banjir bandang tersebut.

Untuk mengatasi kekurangan pangan, Menteri Keuangan Miftah Ismail mengatakan bahwa Pakistan akan mengimpor sayuran dari India.

Pemandangan dari udara ini menunjukkan daerah pemukiman yang terendam banjir di kota Dera Allah Yar setelah hujan lebat di distrik Jaffarabad, provinsi Balochistan pada 30 Agustus 2022. - Upaya bantuan ditingkatkan di seluruh Pakistan yang banjir pada 30 Agustus untuk membantu puluhan juta orang yang terkena dampak bencana tanpa henti hujan muson yang telah menenggelamkan sepertiga negara dan merenggut lebih dari 1.100 nyawa. (Photo by Fida HUSSAIN / AFP)
Pemandangan dari udara ini menunjukkan daerah pemukiman yang terendam banjir di kota Dera Allah Yar setelah hujan lebat di distrik Jaffarabad, provinsi Balochistan pada 30 Agustus 2022. - Upaya bantuan ditingkatkan di seluruh Pakistan yang banjir pada 30 Agustus untuk membantu puluhan juta orang yang terkena dampak bencana tanpa henti hujan muson yang telah menenggelamkan sepertiga negara dan merenggut lebih dari 1.100 nyawa. (Photo by Fida HUSSAIN / AFP) ((AFP/FIDA HUSSAIN))

"Kami dapat mempertimbangkan untuk mengimpor sayuran dari India," kata Ismail, seraya menambahkan bahwa Pakistan juga akan mengimpor bahan pangan lainnya dari Turki dan Iran.

Di samping itu, harga pangan di Pakistan diperkirakan akan melonjak akibat dari tanaman yang terendam banjir dan jalan yang tidak bisa dilalui.

Seorang analis juga mengatakan bahwa dampak dari bencana banjir bandang itu dapat menghancurkan Pakistan, yang sebelumnya telah dilanda krisis ekonomi akibat dari tingginya inflasi dan mata uang yang terdepresiasi serta defisit transaksi berjalan.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved