Masyarakat Desa Tanjungsari Kabupaten Tasikmalaya Dapat Pelatihan Mitigasi Bencana Tanah Longsor

Para calon relawan dan masyarakat umum di Desa Tanjungsari, Kecamatan Gunung Tanjung, mendapat pengetahuan tentang mitigasi bencana.

Editor: Giri
Istimewa
Ketua pelaksana kegiatan, Irianti Bahana Maulida Reyaan (kiri), menyerahkan bibit tanaman dan suvenir kepada perwakilan Desa Tanjungsari, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (27/8/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para calon relawan dan masyarakat umum di Desa Tanjungsari, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat pengetahuan tentang kesiapsiagaan terkait mitigasi bencana.

Mereka mendapat materi itu saat mengikuti pelatihan mitigasi bencana tanah longsor yang digelar KK Farmakologi-Farmasi Klinik, Sekolah Farmasi ITB.

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Balai Desa Tanjungsari, Sabtu (27/8/2022), itu didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITB.

"Kegiatan ini dapat menjadi upaya pencegahan terhadap tanah longsor. Selain pemberian materi, ada pula simulasi mitigasi bencana dan pemberian bibit tanaman vetiver sebagai salah satu upaya pencegahan tanah longsor," ucap Irianti Bahana Maulida Reyaan, ketua pelaksana kegiatan, dalam keterangan yang diterima Tribun, Rabu (31/8/2022).

Irianti menjelaskan, dalam kegiatan itu juga ada pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuan peserta sebagai upaya persiapan dalam menghadapi bencana.

Dekan Sekolah Farmasi ITB, I Ketut Adnyana, juga turut hadir dalam kegiatan ini.

Baca juga: Tanah Longsor di Sukabumi, Tiga Rumah Terdampak, Barang-barang Ikut Terbawa

Dia mengatakan, Indonesia berada dalam the ring of fire, yang berarti dalam gugusan bencana dan diketahui tanah longsor menempati urutan lima besar bencana yang paling sering terjadi.

"Dengan diadakannya kegiatan ini semoga dapat dipahami apa itu mitigasi bencana, yang secara sederhana yaitu mengurangi risiko dari dampak bencana yang dihadapi agar dapat cepat pulih kembali. Bencana sebagian besar juga terjadi akibat ulah kita sendiri. Maka sebisa mungkin kita kurangi atau bahkan hentikan," ucap dia.

Foto bersama pemateri, panitia, perangkat desa, dan warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, saat pelatihan mitigasi bencana yang digelar KK Farmakologi-Farmasi Klinik, Sekolah Farmasi ITB, Sabtu (27/8/2022).
Foto bersama pemateri, panitia, perangkat desa, dan warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, saat pelatihan mitigasi bencana yang digelar KK Farmakologi-Farmasi Klinik, Sekolah Farmasi ITB, Sabtu (27/8/2022). (Istimewa)

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga dihadiri oleh Erna Noviyanti, Sekretaris Desa Tanjungsari, yang mewakili Kepala Desa Tanjungsari.

Menurutnya, Desa Tanjungsari sebenarnya tidak terlalu rawan terhadap tanah longsor.

"Namun pengetahuan mengenai bagaimana caranya agar sigap menghadapi bencana sehingga dapat diantisipasi sebelum terjadi bencana longsor atau bencana lainnya tetap diperlukan. Pengetahuan ini juga akan bermanfaat dalam mencegah bencana yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya," kata Erna.

Melalui Zoom Meeting, Yuli Setyo Indartono selaku Ketua LPPM ITB juga turut hadir sekaligus membuka kegiatan pengabdian masyarakat ini.

Baca juga: PLN Siapkan Strategi Mitigasi Perubahan Iklim Seiring Pencapaian Target Carbon Neutral pada 2060

Yuli Seyo Indartono mengatakan, ITB sebagai satu di antara universitas terbaik di Indonesia memiliki tanggung jawab mendedikasikan ilmu dan kemampuannya bagi kemajuan bangsa dan negara termasuk warga di Desa Tanjungsari.

"Semoga warga dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini dan dapat berkontribusi pada kesiapsiagaan bencana yang tidak kita harapkan terjadi tetapi akan sangat diperlukan," ucapnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved